Berita Nasional Terkini
Viral Data Pribadi Akun Fufufafa Menjurus ke Gibran Rakabuming, Benarkah Milik Wapres Terpilih?
Di media sosial khususnya X sedang viral mengulas akun Fufufafa yang mengarah ke Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka.
Hal ini diungkap Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad pada Kamis (12/9/2024) lalu.
"Setahu saya, Pak Prabowo enggak terlalu pusing yang gitu-gitu," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Menurut Dasco, Prabowo maupun Gerindra belum pernah melakukan pembahasan apapun soal akun yang kerap mengunggah komentar negatif terhadap Prabowo beserta keluarganya itu.
Wakil Ketua DPR RI ini juga menegaskan hal ini tidak membuat keretakan antara Prabowo dan Gibran.
“Jadi akun itu aja enggak sempat dibahas apa-apa, bagaimana kemudian ngebikin keretakan, kan gitu,” ujar Dasco.
Publik diminta percaya
Pembelaan terhadap Gibran juga disuarakan dari kalangan relawan dan partai politik pendukung Prabowo-Gibran.
Politikus Partai Golkar Dave Laksono mengungkapkan, akun Kaskus, Fufufafa, yang diisukan milik Gibran, tidaklah benar.
Anggota Komisi I DPR RI ini berpandangan ada yang ingin membuat perpecahan.
"Kan sudah disampaikan di media dan itu sudah cukup bahwa itu bukan Gibran dan itu orang yang ingin memicu perpecahan," kata Dave di Kantor Pusat Pimpinan Kolektif (PPK) Kosgoro 1957, Jakarta Selatan.
Dia menilai unggahan dari akun Fufufafa, yang telah ada sejak lama namun baru viral belakangan ini, dimaksudkan untuk merusak keharmonisan yang ada.
Menurut Dave, masalah ini tidak pernah dibahas dalam internal Koalisi Indonesia Maju (KIM).
"Ya itu kan isu dari luar ya jadi ya buat apa ditanggapi karena itu adalah gosip-gosip belaka aja sih kalau bagi saya sih," ujar dia.
Selanjutnya, Komandan Tim Kampanye Nasional (TKN) Fanta (Pemilih Muda) Prabowo-Gibran, Arief Rosyid Hasan, meminta publik harus percaya bahwa akun tersebut bukan milik Gibran.
Arief mengajak masyarakat untuk tidak berprasangka negatif dan berhenti menuding Gibran sebagai pemilik akun Fufufafa.
Baca juga: 4 Pernyataan Loyalis Jokowi, Budi Arie Bela Gibran dan Kaesang soal Akun Fufufafa Juga Jet Pribadi
"Ya kan Mas Gibran sudah sampaikan kan, bahwa itu tidak benar ya. Ya kita kan mesti tabayyun ya. Jadi bangsa ini juga mesti lebih bijak. Apalagi para pengguna medsos dan lain-lain. Karena begitu Mas Gibran sudah bilang bukan, tentu ya kita harus juga percaya," ujar Arief di Markas TKN Fanta, Jakarta Pusat.
Upaya adu domba
Relawan lainnya juga menuding ada pihak-pihak yang mengadu domba hubungan antara Prabowo Subianto dengan Gibran dan Presiden Joko Widodo.
Eks Komandan Relawan TKN Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024, Haris Rusly Moti berpandangan, tujuan utama dimunculkannya rumor-rumor tersebut untuk melemahkan konsolidasi pemerintahan Prabowo-Gibran di awal masa pemerintahan baru.
“Seperti akun Fufufafa sengaja diviralkan untuk tujuan merenggangkan hubungan baik presiden terpilih Prabowo Subianto dengan Presiden Jokowi dan wapres terpilih Gibran Rakabuming Raka,” katanya.
Akan tetapi, Haris meyakini upaya tersebut gagal. Sebab, Haris meyakini Prabowo dan Gibran hanya melihat rumor yang beredar sebagai hiburan.
“Saya cukup yakin upaya adu domba yang dilakukan dengan menebar rumor dan intrik halus seperti itu Insya Allah menuai hasil tangan hampa, gagal,” ucap dia.
Hal senada juga disampaikan Relawan Pro Jokowi (Projo) yang menuding, munculnya akun Kasus Fufufafa adalah bentuk politik pecah belah untuk merenggangkan hubungan Prabowo dengan keluarga Jokowi.
Bendahara Umum Relawan Projo Panel Barus pun mengeklaim, hubungan Jokowi, Prabowo, dan Gibran sama sekali tidak terganggu dengan cuitan Fufufafa.
Publik juga diminta tidak bingung dengan hubungan tiga tokoh tersebut karena ketiganya sama-sama menjaga politik persatuan.
"Saya pikir upaya-upaya itu tidak akan pernah berhasil, upaya-upaya itu pasti akan gagal. Yang terkini adalah isu terkait akun Fufufafa, saya pikir ini juga sama, ini juga upaya dari pihak-pihak yang menjalankan politik pecah belah," ujar Panel di DPP Projo, Jakarta Selatan, seperti dilansir Kompas.com.
Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.