Berita Kukar Terkini
2 Bocah Kukar Tewas di Kolam Bekas Tambang Batu Bara, Pj Gubernur Kaltim Minta Ditutup dalam 15 Hari
Dua bocah di Kukar tewas di kolam bekas tambang batu bara. Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik tegas meminta kolam bekas tambang ditutup dalam 15 hari
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Amalia Husnul A
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA -Dua bocah di Kutai Kartanegara (Kukar), Vegar (9), dan Altaf Abi Puta Zulkarnaen (10) tewas di kolam bekas tambang batu bara Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, Sabtu (14/9/2024)
Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik ikut berduka atas tewasnya Vegar dan Altaf Abi Puta Zulkarnaen, dua bocah Kukar yang menambah daftar bocah yang tewas di kolam bekas eks tambang batu bara di Kaltim.
Setelah tewasnya 2 bocah Kukar di lokasi kolam bekas tambang batu bara ini, Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik kemudian dengan tegas meminta ditutup 15 hari.
Kini, jumlah korban tewas di kolam bekas tambang batu bara di Kaltim menjadi 49 orang.
Baca juga: Viral Detik-detik Evakuasi 2 Anak Meninggal di Kolam Bekas Tambang Kukar Kaltim
Baca juga: Rencana DLH Kaltim Jadikan Kolam Bekas Tambang sebagai Sumber Air Bersih Ditentang Akademisi Unmul
Baca juga: 2 Pelajar di Kukar Kaltim Tewas di Kolam Bekas Galian Tambang Samboja
Sebelumnya, tewasnya dua bocah Kukar di kolam bekas tambang batu bara ini juga terjadi kecelakaan kerja di area konsesi PT Insani Bara Perkasa (IBP) yang menewaskan seorang karyawan, Selasa (10/9/2024).
Artinya jumlah korban di areal tambang batu bara yang dikenal juga sebagai emas hitam ini sudah menjadi 50 orang.
Banyaknya korban tewas di areal lokasi tambang batu bara ini membuat Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik prihati.
Bahkan Akmal Malik langsung terjun ke lokasi kejadian melihat kolam yang menenggelamkan dua bocah malang tersebut, Senin (16/9/2024) kemarin.
Akmal Malik meninjau langsung lokasi kejadian tewasnya dua bocah Kukar ini didampingi Kepala Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Kaltim Bambang Arwanto.
Akmal menegaskan, dia bersama dinas terkait akan menutup perizinan dan kolam bekas tambang ini agar tragedi serupa tidak terulang lagi.
"Punya IUP (izin usaha pertambangan) tapi tidak mampu mengontrol, akhirnya yang ketiban dampaknya adalah masyarakat.
Termasuk Pak Camat, Kades, dan Bupati. Kita akan tutup tambang ini.
Paling lambat 15 hari sudah kita mulai, dan penutupan ini harus selesai," tegasnya.
Selain itu, Akmal Malik juga mengajak perusahaan-perusahaan yang memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk turut serta membantu dalam mengawasi areal pertambangan di sekitarnya.
Baca juga: Lagi, 2 Anak di Samarinda Tewas di Kolam Bekas Tambang, Pengamat Minta Perusahaan Bertanggung Jawab
"Tidak ada yang salah dengan tambang. Pemerintah bahkan sangat mendukung pertambangan karena menghasilkan uang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240917_2-bocah-Kukar-tewas-di-kolam-tambang_Pj-Gubernur-Kaltim_Akmal-Malik.jpg)