Ibu Kota Negara
Daftar Konglomerat dan Para Naga di Mega Proyek IKN Senilai Rp 53,5 Triliun, Baru Satu yang Tuntas
Daftar konglomerat dan para Naga di mega proyek IKN senilai Rp 53,5 triliun, baru satu yang tuntas.
TRIBUNKALTIM.CO - Daftar konglomerat dan para Naga di mega proyek IKN senilai Rp 53,5 triliun, baru satu yang tuntas.
Pembangunan mega proyek di Ibu Kota Nusantara terus digeber.
Peresmian peletakan ekskavator pertama atau groundbreaking proyek investasi non-APBN di IKN telah berlangsung 8 kali dengan seremoni terbaru dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (25/9/2024).
Dari proyek-proyek sektor investasi swasta dengan total nilai Rp 53,5 triliun tersebut, baru satu yang tuntas pembangunannya dan diresmikan operasionalnya.
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyebutkan, investasi swasta yang masuk ke IKN hingga September 2024 senilai Rp 53,5 triliun dengan sekitar 80 persen di antaranya dikontribusi oleh sektor properti yang dikembangkan perusahaan-perusahaan papan atas Nasional.
Baca juga: Jokowi 8 Kali Groundbreaking Proyek IKN, Baru Satu yang Tuntas, OIKN Ultimatum Investor Swasta
Bahkan, beberapa di antaranya dirintis oleh para naga dan konglomerat properti.
Sebut saja Agung Sedayu Group (ASG) sebagai pemimpin Konsorsium Nusantara, Pakuwon Jati, dan Royal Golden Eagle (RGE) Group yang memiliki sejumlah properti kelas premium.
Dalam catatan Kompas.com, dari delapan kali peletakan ekskavator pertama atau groundbreaking, sejumlah konglomerat berperan membangun proyek-proyek padat modal seperti konsep mixed use.

Berikut konglomerat terkait:
1. Konsorsium Nusantara
Diinisiasi oleh pemilik Agung Sedayu Group (ASG) Sugianto Kusuma (Aguan).
Dia menggandeng sembilan perusahaan raksasa lainnya dalam Konsorsium Nusantara.
Selain ASG, sembilan kompatriot lainnya adalah Salim Group, Sinarmas Group, Pulauintan Group, Adaro Group, Barito Pacific Group, Mulia Group, Astra Group, Kawan Lama Group, dan Alfamart Group.
Konsorsium Nusantara membangun kawasan mixed use dengan nilai investasi fantastis yakni Rp 20 triliun.
Investasi ini akan digunakan untuk membangun Swissôtel Nusantara, Nusantara Duty Free Mall, dan Nusantara Apartment.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.