Ibu Kota Negara

Prediksi Nasib Sektor Jasa di Jakarta setelah Ibu Kota Pindah ke IKN Kaltim

Inilah beberapa prediksi seputar nasib Jakarta setelah Ibu Kota Pindah ke IKN Kaltim.

Editor: Doan Pardede
Warta Kota/Rangga Baskoro
Monas. Inilah beberapa prediksi seputar nasib Jakarta setelah Ibu Kota Pindah ke IKN Kaltim. 

TRIBUNKALTIM.CO - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad memprediksi nasib Jakarta setelah Ibu Kota Pindah ke IKN Kaltim

Tauhid Ahmad mengatakan akan ada perubahan yang terjadi di Jakarta usai tak menyandang status Ibu Kota. 

Meski menurutnya belum begitu banyak pengaruhnya dalam jangka pendek. 

Pengaruh yang mungkin akan terasa dari sisi konsumsi pada pegawai pemerintah yang pindah ke IKN Kaltim. 

Baca juga: Keppres Pemindahan IKN Belum Diteken, Jokowi: Pindah Rumah Saja Ruwet, Ini Pindah Ibu Kota

Selain itu, Tauhid menyebut anggaran belanja pemerintah pusat juga akan berkurang di Jakarta

“Yang akan signifikan ke depan secara berangsur-angsur adalah perputaran uang dari anggaran pemerintah pusat yang beredar di wilayah Jakarta itu lama kelamaan akan bergeser ke IKN," ucapnya belum lama ini.

"Misalnya penyelenggaraan meeting (rapat) dan lain-lain, yang tadinya di Jakarta bertahap akan dilakukan di Kalimantan Timur (Kaltim)," imbuhnya.

"Ibu Kota baru otomatis mengubah potensi ekonomi, terutama sektor akomodasi hotel dan restoran jadi berkurang walaupun tidak drastis,” lanjut Tauhid. 

Proses pemindahan ibu kota negara dan akan terasa pengaruhnya yang cukup besar butuh puluhan tahun lagi.

“Kalau kita lihat pengalaman negara lain yang melakukan pemindahan pasti dampaknya akan ke ekonomi,” ucapnya. 

Dia menjelaskan bahwa dari sisi pengeluaran Aparatur Sipil Negara (ASN), ketika ibu kota pindah ke Kalimantan Timur otomatis belanja ASN dan konsumsi rumah tangga mereka di Jakarta akan berkurang.

Ekosistem perkantoran di Sumbu Kebangsaan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ekosistem perkantoran di Sumbu Kebangsaan Ibu Kota Nusantara (IKN). (Kompas.com/Hilda B Alexander)

Ini akan menyebabkan permintaan terhadap barang dan jasa di Jakarta turun dan membuat perekonomian Jakarta juga akan turun.

Selain itu, efek kedua adalah belanja penyelenggara pemerintahan. 

Karena Jakarta merupakan pusat pemerintahan biasanya ada banyak kegiatan-kegiatan yang digelar oleh instansi-instansi pemerintahan.

Sehingga sektor jasa pertemuan, kemudian penyelenggaraan seminar-seminar, dan beragam kegiatan yang tidak hanya melibatkan ASN pusat, tetapi juga melibatkan ASN seluruh Indonesia.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved