Rabu, 20 Mei 2026

Tribun Kaltim Hari Ini

Harga Rumput Laut di Tarakan Anjlok Rp 7.000 per Kilogram, Tanggapan Dinas Perikanan dan Kelautan

Diperkirakan sejak 2021 sampai menjelang akhir tahun 2024 harga rumput laut anjlok. Harga ini cukup dikeluhkan para petani rumput laut

Tayang:
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
AKTIVITAS PETANI - Aktivitas petani rumput laut di Kelurahan Pantai Amal Kota Tarakan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Harga rumput laut di Kota Tarakan saat ini mencapai kisaran Rp7 ribu hingga  Rp7.500 per kg untuk kategori lembap. Kemudian kategori kering berada di kisaran Rp11 ribu per kg. 

Diperkirakan sejak 2021 sampai menjelang akhir tahun 2024 harga rumput laut anjlok. Harga ini cukup dikeluhkan para petani atau pembudidaya rumput laut.

Dulu, harga rumput laut sempat tembus sampai Rp30 ribu per kg. Pengakuan petani rumput laut di Kota Tarakan, harga rumput laut saat ini harga jual bisa mencapai Rp11 ribu untuk kategori kering. Angka ini dinilai terlalu murah bagi petani.

Baca juga: Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tarakan Akui Program Magang Keluar Negeri Sepi Peminat

Seperti diakui Lukman, petani rumput laut asal Kelurahan Pantai Amal RT 5. Dia mengakui, untuk petani rumput laut sendiri dengan harga jual saat ini, maka untuk operasi pengerjaan dikurangi.

“Pekerja dikurangi. Kemudian juga dikurangi pasang. Kalau dulu misalnya 1.000 tali sekarang minimal 300 tali bibit,” aku Lukman.

Ia mengakui cukup banyak petani rumput laut meninggalkan pekerjaan ini karena harga dinilai anjlok. Salah satunya karena cost anggaran lebih besar untuk modal dibandingkan keuntungan yang diperoleh kembali.

“Kalau saya bettangnya bisa sampai 300 tali. Kalau hasilnya susah diprediksi. Satu tali bisa 4kg saja hasilnya,” ujarnya.

Ia melanjutkan, jika saja harga rumput laut bisa naik minimal di angka Rp13 ribu per kg, sudah bisa menutupi cost. Karana kami ada pekerja untuk mengikat bibit, kita tidak bisa kerja sendiri,” lanjutnya.

Jika harga jualnya Rp10 ribu per kg menurutnya masih belum bisa menutupi pengeluaran. Ia melanjutkan jika menyiapkan 300 tali bibit yang diperoleh bisa sampai Rp4 jutaan. Kemudian saat panen kembali lagi kondisi atau kualitas. 

“Kalau rumput bagus bisa lumayan. Kalau sekarang belum untung karena dipakai putar modal saja terus. Untuk sekarang memang masih bagus musimnya menanam sampai bulan Mei tahun depan,” pungkasnya.

Terpisah, Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) mengeklaim telah berupaya melakukan sejumlah cara membantu para petani mengatasi anjloknya harga rumput laut.

Salah satunya, membangun resi gudang rumput laut yang ditargetkan bulan ini sudah bisa dilaunching. 

Lokasi resi gudang yang berada di Pantai Amal ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga rumput laut.
Dengan memanfaatkan sistem resi gudang, petani rumput laut dapat memasukkan komoditas rumput laut yang mereka miliki saat harga di pasaran sedang turun.

“Pabrik rumput laut itu hilirisasi nanti akan menghasilkan yang namanya pupuk cair, ada juga pupuk yang tidak cair berupa residu, ada juga garam, jadi banyak hasilnya,” paparnya.

Namun pada tahap awal, pihaknya merencanakan hilirisasi hanya memproduksi pupuk cair. Dia menargetkan paling lambat dua tahun, rencana itu sudah bisa diterapkan.

Sumber: Tribun kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved