Balita 3 Tahun Tercebur ke Sungai
Duka Mendalam, Lansia di Batu Cermin Samarinda Nekat Ceburkan Diri ke Sungai Cari Cucunya
Diliputi duka dan rasa bersalah, Eamang (63) nekat terjun ke sungai yang berada di belakang rumahnya untuk mencari cucunya yang tercebur
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Diliputi duka dan rasa bersalah, Eamang (63) nekat terjun ke sungai yang berada di belakang rumahnya.
Perempuan lanjut usia (lansia) ini merupakan nenek dari Nur Afifah (3) bocah yang tercebur dan terbawa arus sungai yang berada tepat di belakang rumah mereka yang berada di Jalan Batu Cermin, Gang PU, RT 04, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Senin (7/10/2024) petang.
Eamang begitu terpukul dan menyalahkan dirinya sendiri sebab merasa menjadi penyebab sang cucu tercebur ke sungai.
Ia terus menerus menangis dan meratap sebab tidak berhasil menolong Fifa (panggilan akrab korban) yang sempat dimandikannya pada Pukul 16.30 Wita tersebut.
Saking linglungnya, lansia itu nekat menceburkan diri ke sungai dengan maksud mencari cucunya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Bocah 3 Tahun di Jalan Batu Cermin Samarinda Tercebur dan Terseret Arus Sungai
Baca juga: Pasca Pelajar Tenggelam di Pantai Seraya Balikpapan, Polisi Imbau Pengunjung untuk Waspadai Ombak
Beruntung tindakan nekat lansia itu diketahui oleh sang anak, yakni Eka, yang kala itu juga tengah berduka sedalam-dalamnya atas nasib nahas yang dialami sang keponakan.
Sejumlah personel kepolisian dan relawan yang berada di TKP langsung mengevakuasi Eamang ke tempat yang aman.
"Kasihan Fifah. Belum pake baju. Dia pasti lagi kedinginan. Dia ada di sungai," ujarnya berulang kali.
10 menit berlalu lansia tersebut berhasil ditenangkan warga setempat.
Kendati demikian ia menolak beralih dari tepi kamar mandi tempat ia memandikan sang cucu dan terus meratap.
"Kasihan bapaknya jauh carikan dia uang. Kalau pulang tidak ada lagi anaknya. Aku minta maaf," lirihnya sambil terus menangis dengan daster hijau berbunga yang basah kuyup yang masih melekat di tubuhnya.
Menurut kabar, korban memang sedari kecil sudah dirawat oleh bibi dan neneknya.
Baca juga: Pencarian Korban Tenggelam di Pantai Seraya Balikpapan Andalkan Peralatan Manual
Sebelum kejadian korban sempat dimandikan. Diduga terlepas dari pengawasan bocah 3 tahun itu membuka pintu belakang yang tidak memiliki pembatas dan kemudian tercebur ke sungai yang tengah meluap karena banjir.
"Neneknya lagi carikan popok. Ternyata anak itu buka pintu belakang dan tercebur ke sungai. Karena lagi banjir langsung terbawa arus," ucap Eka, bibi korban. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20241007-Eamang-63-nenek-dari-balita-3-tahun.jpg)