Balita 3 Tahun Tercebur ke Sungai
BREAKING NEWS: Bocah 3 Tahun di Jalan Batu Cermin Samarinda Tercebur dan Terseret Arus Sungai
Dari keterangan Eka (38), bibi korban, kala itu bocah malang bernama Nur Afifah itu baru selesai dimandikan oleh sang nenek
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Seorang bocah perempuan tercebur dan terseret arus luapan air sungai di belakang rumahnya, Jalan Batu Cermin, Gang PU, RT 04, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Senin (7/10/2024) petang.
Dari keterangan Eka (38), bibi korban, kala itu bocah malang bernama Nur Afifah itu baru selesai dimandikan oleh sang nenek.
Usai mandi, balita usia 3 tahun tersebut terlepas dari pengawasan sang nenek yang sedang mencarikan popok.
"Saat dicari ternyata Fifah (korban) buka pintu belakang. Pas disusul sudah terbawa arus sungai," beber Eka, bibi korban.
Baca juga: Plaza Mulia Samarinda Tunggu Pemilik Baru, Dilelang Rp501 Miliar
Memang dari pantauan Tribunkaltim.co di lokasi kejadian, rumah korban berada tepat di tepi sungai.
Saat kejadian sungai tersebut tengah meluap pasca hujan dan nyaris mencapai lantai rumah panggung korban dan keluarganya itu.
Dari informasi yang terhimpun, korban yang belum berpakaian membuka pintu belakang.
Pintu belakang yang tertutup seng tanpa grendel itu tidak memiliki pembatas apapun.
Pintu ini terhubung langsung ke sungai yang bermuara ke simpang empat Sempaja tersebut.
Sungai ini memiliki lebar kurang lebih 2 meter. Menurut keterangan warga, meski kecil, namun kedalamannya mencapai 4 meter.
Kondisi pintu tanpa batas yang tengah dipenuhi luapan banjir itu sangat memungkinkan menyeret tubuh mungil balita tersebut.
Memang saat ini sejumlah wilayah di ibu kota Provinsi Kalimantan Timur ini tengah dilanda banjir pasca diguyur hujan deras sedari siang.
Dikabarkan banjir terparah terjadi di Kelurahan Sungai Siring, Samarinda Utara yang mencapai pinggang orang dewasa.
Kembali ke TKP, hingga saat ini sejumlah warga yang prihatin masih berada di lokasi kejadian.
Nampak bibi dan nenek korban tak henti hentinya menangisi nasib tragis yang dialami bocah malang tersebut.
Kepolisian, PMR dan sejumlah satuan relawan juga sudah tiba di lokasi kejadian guna mengumpulkan bahan keterangan sembari menunggu tim SAR tiba di TKP.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.