Berita Kukar Terkini
Mengenal Program Balanipa di Kukar, Mengubah Tali Bekas Kapal jadi Harapan Baru Warga Muara Badak
Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pelabuhan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, terdapat sebuah inisiatif yang mengubah sampah
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG – Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pelabuhan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, terdapat sebuah inisiatif yang mengubah sampah menjadi sumber kehidupan.
PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) mengenalkan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikenal sebagai Balanipa, yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat lokal dengan memanfaatkan kembali tali bekas kapal.
Inovasi yang diusung dalam program ini, Balanipa Rope Technology (Barotech), telah menciptakan revolusi dalam cara kelompok usaha bersama (KUBE) memproduksi tali.
Dalam waktu yang sebelumnya memakan 30 menit untuk memintal satu rol tali, kini hanya dibutuhkan 10 menit.
Baca juga: Usaha Daur Ulang Tali Bekas Kapal di Muara Badak Sukses Dulang Ratusan Juta Rupiah
Dalam sehari, kelompok ini mampu memproduksi hingga 25 rol tali rumpon, lonjakan yang luar biasa dibandingkan dengan enam rol sebelumnya.
Tidak hanya itu, kualitas tali yang dihasilkan pun meningkat, lebih kuat dan tahan lama berkat proses pemintalan yang lebih baik dibandingkan metode manual.
Elis Fauziyah, Head of Communication Relations & CID Zona 9 PHSS, mengungkapkan dampak signifikan dari program ini terhadap perekonomian lokal.
"Usaha kecil dan menengah yang menerapkan ekonomi sirkular ini memiliki potensi yang sangat baik, bisa meraih omzet besar dan memberdayakan perempuan di komunitas," ujarnya dalam keterangan yang diterima TribunKaltim.co, Minggu (6/10/2024).
Baca juga: DPMPD Kaltim Pamerkan Karya Daur Ulang Sampah Bekas di MTQN di Samarinda
Dengan omzet mencapai Rp217,5 juta per bulan, anggota kelompok dapat meraup penghasilan hingga Rp2 juta per bulan.
Sementara nelayan juga berhemat hingga Rp1 juta per rol berkat harga tali rumpon yang lebih terjangkau.
Di balik kesuksesan ini, terdapat kisah pilu dari Desa Badak Baru, yang dihadapkan pada tingkat kemiskinan tinggi dengan banyak perempuan tanpa pekerjaan.
Menanggapi tantangan ini, PHSS meluncurkan KUBE Balanipa pada tahun 2020, fokus pada pemberdayaan masyarakat, terutama perempuan.
Program ini tidak hanya meningkatkan kemandirian ekonomi, tetapi juga berupaya menyentuh aspek sosial dengan melibatkan lansia dan kelompok rentan lainnya.
Widhiarto Imam Subarkah, Manager PHSS Field, menegaskan komitmen perusahaan terhadap kualitas dan keamanan produk.
Baca juga: Daur Ulang Sampah Bisa jadi Cuan, Diskop UKMP Samarinda Ajak Warga Desa Loa Kumbar Ciptakan Karya
"Kami mulai dari kelompok kecil, tetapi tantangan dalam hal kualitas dan keamanan produk harus dikelola dengan baik," tuturnya.
Lebih dari sekadar menciptakan produk, program ini juga telah memberikan pelatihan kepada anggota kelompok dalam pencegahan kebakaran dan pemanfaatan tali bekas.
Sementara itu, Local Hero Sahabuddin mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan.
"Kita harus memastikan limbah tali kapal ini tidak dibuang ke laut. Kami sudah mereplikasi program ini hingga ke Sulawesi Barat," tuturnya.
Respons Pemkab Kukar
Arianto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kukar, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini.
Program Balanipa adalah yang pertama dan satu-satunya di Kabupaten Kutai Kartanegara.
"Ini sangat bermanfaat untuk mengurangi kemiskinan dan memberikan dampak langsung bagi anggota kelompok," katanya.
Baca juga: Respon P3E soal Pembuatan Pusat Daur Ulang di Kecamatan-kecamatan Balikpapan
Dengan kolaborasi antara masyarakat, UMKM, PHSS, dan pemerintah, program Balanipa diharapkan tidak hanya terus berkembang tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian lingkungan.
Ini adalah contoh nyata bagaimana inovasi dan keberlanjutan dapat bersinergi, memberi harapan baru bagi masyarakat di Muara Badak dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan. (*)
PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) mengenalkan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikenal sebagai Balanipa, yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat lokal dengan memanfaatkan kembali tali bekas kapal.
| Pemkab Kukar Pastikan tak Ada Pembongkaran Warung Panjang Tahura Bukit Soeharto pada 30 April |
|
|---|
| Bupati Kukar Aulia Rahman Basri Tinjau Intake Bekotok, Pastikan Kapasitas Air Bersih Ditingkatkan |
|
|---|
| Penertiban Tahura Bukit Soeharto Menghantui Warga, Camat dan Wakil Bupati Kukar Siap Bertemu OIKN |
|
|---|
| Tanpa Tembusan, Camat Samboja Barat Kaget Penertiban Tahura Bukit Soeharto, Sebut Warga Resah |
|
|---|
| Warga Bukit Merdeka Mengadu ke DPRD Kukar, 38 Warung Terancam Digusur Satgas IKN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20241007_Muara-Badak-Kukar.jpg)