Berita Samarinda Terkini

Tanggapan Anggota DPRD Abdul Rohim Terkait Rencana BUMRT di Teras Samarinda

Pemkot menunjuk Perumda Varia Niaga sebagai pihak pengelola Teras Samarinda secara penuh, agar dapat lebih profesional

|
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Nur Pratama
TribunKaltim.co/Nur Pratama
Suasana Teras Samarinda minggu pagi 6 Oktober 2024. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sangat serius menjaga dan mengelola ikon baru yakni Teras Samarinda.

Tak heran jika Pemkot menunjuk Perumda Varia Niaga sebagai pihak pengelola Teras Samarinda secara penuh, agar dapat lebih profesional.

Namun sebagai pihak pengelola Perumda Varia Niaga berencana melibatkan masyarakat setempat khususnya di kawasan area parkir melalui program Badan Usaha Milik Rukun Tetangga (BUMRT). 

Baca juga: BREAKING NEWS: Bocah 3 Tahun di Jalan Batu Cermin Samarinda Tercebur dan Terseret Arus Sungai

Sebab pada pemberitaan sebelumnya, kawasan lahan parkir Teras Samarinda sempat dikeluhkan oleh pengunjung lantaran adanya laporan mengenai kehilangan helm.

Oleh karena itu, dengan melibatkan BUMRT, masyarakat setempat diharapkan bisa membantu dalam pengelolaan penitipan helm. 

Namun, hal ini mendapat tanggapan berbeda dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Abdul Rohim.

Menurutnya, jika Pemkot memang ingin melibatkan BUMRT dalam pengelolaan Teras Samarinda, maka seluruh aspek pengelolaan, termasuk keamanan, harus diserahkan sepenuhnya kepada BUMRT.

"Harusnya kalau memang mau dikelola BUMRT, ya BUMRT saja. Termasuk seluruhnya, seperti keamanannya. Jangan setengah-setengah," tegas Rohim (7/10).

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang kembali terpilih di legislatif Samarinda ini mengaku bahwa sebelumnya, Pansus LKPj pernah mengusulkan agar Pemkot Samarinda membentuk Perusahaan Daerah (Perusda) khusus untuk menangani parkir, mengingat pendapatan dari sektor ini cukup signifikan.

"Sekaligus nanti bisa memanfaatkan aset-aset Pemkot untuk dijadikan kantong parkir, jadi dikelola langsung dan PAD bisa bertambah," ujar Rohim.

Lanjutnya, ia juga menggarisbawahi bahwa masalah kantong parkir di Samarinda perlu ditangani secara serius, seperti yang terjadi di Jalan KH Fakhrudin di samping Masjid Islamic Centre.

Meski sebelumnya sudah ada tindakan dari Dinas Perhubungan (Dishub), area tersebut kembali dipenuhi kendaraan parkir.

Meskipun Rohim mendukung konsep pemberdayaan masyarakat melalui BUMRT, dirinya menekankan agar pengelolaan parkir dan keamanan lebih baik dilakukan secara komprehensif.

"Ya silahkan saja dikelola BUMRT parkirnya termasuk keamanannya, tapi harus service excellent juga, orang mau kok bayar lebih asal layanannya juga lebih," pungkasnya.(*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved