Berita Samarinda Terkini
SDN 013 Lempake Samarinda Sering Terendam Banjir, Muncul Ide Alur Drainase Baru
SDN 013 Lempake di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur sudah terlalu sering menjadi langganan banjir musiman.
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - SDN 013 Lempake di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur sudah terlalu sering menjadi langganan banjir musiman.
Lokasinya yang berada di dataran rendah membuat sekolah ini rentan terendam setiap hujan deras di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Hal itu disampaikan oleh warga setempat dan pihak sekolah sebagaimana diceritakan oleh Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda, Syaparudin kepada TribunKaltim.co pada Rabu (9/10/2024).
Selama bertahun-tahun, persoalan banjir di daerah tersebut belum membuahkan hasil yang signifikan.
Baca juga: BREAKING NEWS: Banjir Parah di Long Pahangai Mahulu Kaltim, Kenaikan Air Masih Berlangsung
Kerusakan fasilitas dan gangguan kegiatan belajar mengajar menjadi dampak langsung dari masalah ini.
Meskipun perbaikan sudah direncanakan, siswa dan guru harus tetap bersabar hingga 2025.
Upaya untuk mengatasi masalah banjir di SDN 013 Lempake terus dilakukan oleh pemerintah dan pihak terkait.
Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda, Syaparudin, mengungkapkan bahwa sejumlah langkah sudah ditempuh.
Baca juga: SD Negeri 019 Samarinda Jadi Langganan Banjir Lumpur saat Musim Hujan
Termasuk di antaranya melakukan pertemuan dengan warga setempat dan pihak-pihak terkait dan melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
“Kami juga telah mengadakan pertemuan di kelurahan bersama warga dan PUPR, BPBD, serta pemilik lahan untuk membahas solusi yang akan dilakukan,” ujar Syaparudin.
Membuat Alur Drainase Baru
Salah satu solusi yang diusulkan adalah pembuatan alur drainase baru yang akan menghubungkan SDN 013 dengan sungai alami di Jalan Lempake Jaya.
Alur ini diharapkan dapat mengatasi genangan air yang selama ini mengganggu sekolah dan jalan di sekitarnya.
Syaparudin menjelaskan, pihaknya akan segera melakukan peninjauan terhadap lahan warga yang akan digunakan untuk alur drainase ini.
Hal ini sekaligus menentukan seberapa lebar dan dalam alur yang dibutuhkan.
Tujuannya tentu saja agar genangan banjir yang biasanya terjadi di SD dan Jalan Sukorejo bisa diatasi.
Baca juga: Dampak Pembangunan Drainase Mulai Dirasakan Warga, Masalah Banjir di Samarinda Diharapkan Tuntas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20241009_SDN-013-Lempake-Sering-Banjir.jpg)