Kamis, 23 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

Ketua GG Kaltim Bagi Tips Kurangi Konsumsi Plastik Sekali Pakai

Penggunaan botol minuman pribadi atau tumbler ternyata bukan satu-satunya cara untuk mengurangi sampah plastik demi pelestarian lingkungan

Penulis: Ardiana | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Ketua Green Generation (GG) Kaltim, Rifki Ade Putra.TRIBUNKALTIM.CO/HO/Rifki 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN - Penggunaan botol minuman pribadi atau tumbler ternyata bukan satu-satunya cara untuk mengurangi sampah plastik demi pelestarian lingkungan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Green Generation (GG) Kaltim, Rifki Ade Putra. Ia membeberkan, terdapat beberapa pendekatan lain yang bisa diambil untuk mengurangi penggunaan plastik secara keseluruhan, Minggu (13/10/2024).

Diantaranya:

1. Mengganti kantong plastik sekali pakai dengan tas belanja ramah lingkungan yang dapat digunakan berkali-kali. Seperti tas kain, kertas atau bahan ramah lingkungan lainnya.

2. Meningkatkan upaya daur ulang plastik yang sudah ada untuk mengurangi limbah plastik. Termasuk memisahkan sampah dan mendukung program daur ulang yang efektif.

3. Selain tumbler, upayakan mengganti produk plastik sekali pakai lainnya. Seperti sedotan, alat makan, dan kotak makanan dengan versi yang dapat digunakan kembali.  

Baca juga: Pentas Seni Pelajar SMAK Santo Yosep Sangatta Kutim, Peragakan Busana dari Sampah Plastik

Baca juga: Sejarah 21 Februari: Hari Peduli Sampah Nasional, Atasi Sampah Plastik dengan Cara Produktif

4. Meningkatkan penggunaan bahan alternatif yang biodegradable (mudah terurai) atau yang terbuat dari sumber daya terbarukan, seperti plastik yang berasal dari jagung atau bahan organik lainnya.

5. Edukasi tentang pengurangan plastik dan dampaknya terhadap lingkungan dapat membantu menciptakan perubahan perilaku masyarakat.

"Masyarakat yang sadar akan pentingnya mengurangi limbah plastik cenderung mencari berbagai solusi, tidak hanya terbatas pada tumbler" tambahnya. 

6. Kebijakan Pemerintah tentu dapat menerapkan regulasi yang lebih ketat. Seperti melarang penggunaan plastik sekali pakai di area tertentu atau memberlakukan pajak untuk barang-barang yang berbahan plastik.

Sehingga, menurutnya, untuk mengatasi masalah penggunaan plastik tentu dibutuhkan kontribusi dan kesadaran kolektif masyarakat. 

"Penggunaan tumbler adalah langkah yang baik, tetapi untuk mengatasi masalah ini dibutuhkan kombinasi dari berbagai upaya. Mulai dari penggantian produk hingga kebijakan dan kesadaran kolektif masyarakat," pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved