Minggu, 19 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Panwascam Samarinda Ilir Harap Ormas Ikut Cegah Pelanggaran di Pilkada Samarinda

Panwascam Samarinda Ilir menggelar sosialisasi dalam rangka menekankan pentingnya peran strategis organisasi-organisasi

Penulis: Muhammad Said | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD SAID
Panwascam Gelar Sosialisasi Strategis Peran Ormas dan OKP dalam Pengawasan Pilkada Samarinda 2024, Rabu (16/10/2024) TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD SAID 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA Panwascam Samarinda Ilir menggelar sosialisasi dalam rangka menekankan pentingnya peran strategis organisasi-organisasi ini dalam sosialisasi dan pengawasan di tingkat kecamatan, Rabu, 16 Oktober 2024.

Muhaimin, mantan Komisioner Bawaslu sebagai pemateri, menjelaskan, keterlibatan organisasi kepemudaan (OKP) dan organisasi masyarakat (Ormas) berpotensi memperkuat pengawasan pemilu di lapangan.

Menurutnya, OKP dan Ormas memiliki basis massa yang besar dan tersebar di berbagai wilayah, menjadikan mereka agen penting dalam menyebarluaskan informasi terkait pemilu kepada masyarakat.

"Oleh karena itu, edukasi yang tepat kepada para anggota OKP dan Ormas mengenai aturan pemilihan menjadi sangat krusial agar mereka dapat membantu Bawaslu dalam melakukan pengawasan yang lebih efektif," jelas Muhaimin.

Sosialisasi ini bertujuan agar, organisasi-organisasi tersebut dapat berperan aktif dalam mencegah terjadinya pelanggaran pemilu, seperti praktik politik uang dan kampanye hitam.

Baca juga: Andi Harun Lanjutkan Sosialisasi Pilkada Samarinda 2024 di Teluk Lerong, Paparkan Program Prioritas

Baca juga: Paslon Andi Harun-Saefuddin Zuhri Paparkan Gagasan Kota Pusat Peradaban di Pilkada Samarinda 2024

"Salah satu bentuk pencegahan yang dilakukan adalah sosialisasi door-to-door, yang menyampaikan kepada masyarakat bentuk-bentuk pelanggaran yang harus diwaspadai," ungkapnya.

Di sisi lain, dengan edukasi yang memadai, anggota-anggota organisasi ini diharapkan dapat mendistribusikan informasi yang mereka peroleh kepada masyarakat di sekitarnya, memperkuat pengawasan dan mencegah pelanggaran di masyarakat.

Menurut Muhaimin, pengawasan ini semakin terlihat dengan meningkatnya potensi pelanggaran di berbagai wilayah.

"Kami tidak bisa menyebutkan satu daerah sebagai daerah khusus rawan, namun praktik politik uang dan kampanye hitam bisa terjadi di mana saja," ungkapnya.

Selain itu, Muhaimin mengungkapkan, di Samarinda Ilir, hingga saat ini belum ada laporan pelanggaran yang signifikan. Meskipun, potensi pelanggaran selalu ada di setiap masa kampanye.

"Patroli pengawasan yang dilakukan Bawaslu di wilayah tersebut terus berjalan guna memastikan pelaksanaan kampanye tetap sesuai dengan peraturan yang berlaku,"ucapnya.

Sebagai informasi, kegiatan sosialisasi ini tidak hanya dilakukan di Samarinda Ilir, tetapi juga di seluruh kecamatan di Kota Samarinda. Bawaslu telah melaksanakan kegiatan serupa di beberapa kecamatan dengan melibatkan berbagai segmen masyarakat.

Baca juga: Andi Harun - Syaefuddin Zuhri Sasar Pemilih Pemula di Pilkada Samarinda

"Dengan semakin banyaknya jaringan yang terlibat dalam pengawasan, harapannya pengawasan dapat dilakukan lebih maksimal," tambah Muhaimin.

Bawaslu juga terus melakukan penguatan sumber daya manusia di internalnya melalui berbagai pelatihan dan bimbingan teknis untuk memastikan kesiapan pengawas di semua tingkatan. Penguatan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan pengawas pemilu dalam menghadapi tantangan pengawasan selama Pilkada 2024. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved