Berita Kaltim Terkini
Pelantikan Pengurus Pemuda Katolik Komda Kaltim dan Samarinda, Saatnya Era Kolaborasi
Organisasi Pemuda Katolik (PK) Kaltim menggelar acara pelantikan kepengurusan yang baru periode 2024-2027
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
Ia juga menaruh harap agar semua pengurus yang dilantik baik Komcab maupun Komda dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan dapat berperan aktif guna keberlangsungan organisasi ini.
Baca juga: Pemuda Katolik Mahulu Kaltim Gelar Sosialisasi Cegah Pernikahan Dini di SMA Negeri 1 Long Bagun
"Untuk kepengurusan yang baru kiranya tetap mengibarkan panji-panji kepemudaan Katolik hingga ke seluruh wilayah Kalimantan Timur, sehingga semua kader-kader atau cabang-cabang yang ada di Kaltim dapat terakomodir dengan baik", tandasnya.
Memaknai Era Kolaborasi
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Indonesia, Bernadus Reco yang hadir menekankan pentingnya Pemuda Katolik sebagai komponen bangsa yang berperan dalam menegakkan, mengamalkan, memelihara, dan menjaga nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, dan ajaran Gereja Katolik.
"Untuk itu, kita harus bersinergi, membangun harmoni, berkolaborasi, dan bekerja sama dengan komponen bangsa lainnya, termasuk pemerintah,” tandas Reco, yang akan memimpin organisasi ini dalam periode 2024-2027.
Turut menambahkan, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Indonesia, Stefanus Asat Gusma yang baru saja kembali dari Vatikan setelah bertemu dengan Paus Fransiskus bersama elemen Pemuda Lintas Agama, menegaskan pentingnya membangun kolaborasi dengan berbagai elemen.
“Saat ini kita telah banyak membuat MoU kerjasama program dengan kementerian dan instansi, seperti BKKBN, Kementerian Desa, BP2MI, Kominfo, Goto, dan Pertamina. Ini bisa menjadi modal kuat bagi Pemuda Katolik untuk berkarya di bidang-bidang yang diminati,” tegasnya dalam arahannya.
“Teman-teman yang baru dilantik, selamat. Kita berkumpul di tempat yang baik ini, pelantikan merupakan semangat baru,” imbuhnya.
Menurutnya juga, apa yang sudah dikonsolidasi pengurus sebelumnya, semua pengurus Komda baru tentu mesti melanjutkan.
“Karena membawahi satu provinsi, maka mapping harus dilakukan, sekaligus mapping potensi kader. Bangun konsolidasi kader, gudang kader ada di Komcad,” tegasnya.
Menurutnya ada kluster yang harus dilengkapi dan bergerak sebagai kader di profesi–profesi yang potensial.
Seperti pengacara atau lawyer, wartawan, ASN, politik, dosen, UMKM, mahasiswa dan pelajar.
Kekuatan kolaborasi juga menjadi penting di Komda.
“Era kolaborasi, menurut saya persaingan hari ini merupakan kolaborasi, sehingga berbicara soal ide bukan proposal kepada pemangku kepentingan,” pungkas Stefanus Asat Gusma. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20241019_Pemuda-Katolik-di-Kaltim.jpg)