Kamis, 23 April 2026

Tribun Kaltim Hari Ini

Filipina hingga Amerika Serikat Jadi Pasar Terbesar Ekspor Kopi Robusta

Komoditas kopi buatan Indonesia menunjukkan perkembangan positif di pasar internasional

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Nur Pratama
SERAMBI/M ANSHAR
OLAH KOPI - Pekerja mengolah biji kopi robusta di salah satu home industri di Gampong Ie Masen Ulee Kareng, Banda Aceh, Senin (26/3/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Komoditas kopi buatan Indonesia menunjukkan perkembangan positif di pasar Internasional.

Sepanjang Januari-September 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor kopi Indonesia mencapai 342.330 ton dengan nilai 1,49 miliar USD. Nilai ini meningkat 29,56 persen year on year dibandingkan tahun sebelumnya.

Selama periode yang sama di 2024, Indonesia mengimpor kopi sebanyak 67.650 ton senilai US$ 319,84 juta. Sehingga neraca perdagangan kopi masih surplus sebesar US$ 1,17 miliar.

Ekspor kopi robusta tidak digongseng mendominasi dengan volume 148.380 ton, diikuti oleh olahan kopi berbasis ekstrak dan kopi instan.

Baca juga: Pengedar Barang Haram di Bontang Lestari Diringkus Polisi, Modus Bungkus Kopi Saset

Filipina menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan volume 85.000 ton, diikuti oleh Amerika Serikat, Malaysia, dan negara lainnya.

Ketua Departemen Specialty dan Industri BPP Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Moelyono Soesilo menyatakan bahwa lonjakan nilai ekspor kopi terkait dengan kenaikan harga kopi robusta di pasar internasional, yang mencapai puncaknya di US$ 5.300 per ton pada September 2024. 

"Tren harga kopi robusta kemungkinan akan cenderung stabil di kisaran level US$ 4.000 per ton untuk beberapa waktu mendatang," ujarnya, Minggu (20/10).

Namun, AEKI mencatat bahwa volume ekspor kopi nasional tidak mengalami peningkatan signifikan dan sempat turun selama Januari-Juli 2024.

Ekspor ke Eropa juga melemah akibat penundaan kebijakan UU Antideforestasi Uni Eropa. Hal ini mungkin mengakibatkan lonjakan stok kopi di Eropa pada November mendatang.

Para eksportir kopi tetap memprioritaskan pasar tradisional seperti Asia Tenggara, Amerika Serikat, dan Jepang, dengan permintaan yang stabil meskipun tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya. 

Moelyono menekankan bahwa eksportir juga harus bersaing dengan kopi robusta dari negara lain dan lebih memprioritaskan penjualan di pasar domestik sebelum memenuhi permintaan ekspor. (kontan)

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved