Breaking News

Berita Nasional Terkini

Profil Haikal Hassan Kepala BPJPH yang Baru Dilantik, Dulu Pernah Sumpah Akan Jadi Oposisi Prabowo

Sosok Haikal Hassan Baras baru saja dilantik menjadi Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal di Kabinet Merah Putih. 

Editor: Heriani AM
Istimewa Wartakota
Berikut ini sosok Haikal Hassan Baras baru saja dilantik menjadi Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal di Kabinet Merah Putih. 

TRIBUNKALTIM.CO - Sosok Haikal Hassan Baras baru saja dilantik menjadi Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal di Kabinet Merah Putih. 

Pelantikan Kepala Badan dan Utusan Presiden ini dilakukan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2024). 

Diketahui, pria yang akrab dipanggil Babe Haikal itu dikenal sebagai sosok pendakwah.

Namun, pada pelantikannya menjadi kepala BPJPH terdapat sejumlah kontroversi di masa lalu yang pernah diucapkan sendiri oleh Haikal Hassan.

Di antaranya, mengaku pernah bermimpi bertemu Rasulullah SAW hingga mengklaim akan menjadi oposisi abadi. 

Baca juga: Siapa Haikal Hassan yang Dipanggil Prabowo? Profil Pedakwah yang Diminta Bangun Indonesia Tanpa Hoax

Lantas, sebenarnya siapakah sosok Haikal Hassan?

Profil Haikal Hassan 

Sosok Prabowo Subianto dan Ustadz Haikal Hassan
Sosok Prabowo Subianto dan Ustadz Haikal Hassan (Capture YouTube tvOne)

Dirangkum Tribunnews.com, pria kelahiran 22 Oktober 1970 ini memiliki nama lengkap Ahmad Haikal bin Hassan bin Umar bin Salim bin Ali bin Syekh Ali bin Abdullah Baras.

Haikal menghabiskan masa SD hingga SMA-nya di Jakarta. 

Pendidikan tingginya ditempuh di jurusan Teknik Informatika Universitas Budi Luhur.

Ia juga pernah menempuh pendidikan di Jeddah, Arab Saudi. 

Haikal kemudian melanjutkan studi pascasarjana di Perth, Australia. 

Namun, studi tersebut tak diselesaikan olehnya. 

Ia lantas pindah dan melanjutkan pendidikan pascasarjana di bidang Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung (ITB). 

Haikal sempat menjadi dosen di Fakultas Filsafat Matematika Universiti Teknologi Malaysia. 

Ia juga pernah bekerja sebagai konsultan sumber daya manusia di perusahaan pertambangan. 

Hingga pada 1980, Haikal mulai memberikan ceramah di acara kajian. 

Ia bahkan juga menjadi guru ngaji di daerah tempat tinggalnya. 

Namanya kerap didengar setelah ia terlibat dalam Aksi 212 pada 2016 lalu.

Haikal berperan penting dalam aksi yang digelar sebagai protes atas aksi penistaan agama yang kala itu melibatkan Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Pada 2019, nama Haikal semakin dikenal setelah menjadi juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dukungannya kepada Prabowo tetap berlanjut, terlihat dari perannya sebagai pendukung pada Pilpres 2024.

Baca juga: Terbongkar, Video Habib Bahar Sebut Haikal Hassan Pengkhianat, Respon Aziz Yanuar

Kontroversi Haikal Hassan 

Haikal juga dikenal kerap mengkritik kebijakan pemerintah di berbagai forum dan media, hingga sempat terlibat sejumlah kontroversi.

Pada akhir 2020 lalu, Haikal sempat dilaporkan ke polisi setelah mengaku bermimpi bertemu Nabi Muhammad. 

Kala itu, ia dilaporkan oleh Hussein Shihab dengan tuduhan ujaran kebencian dan penistaan agama. 

Haikal juga menuai sorotan setelah sempat berjanji dengan nama Tuhan akan menjadi oposisi sampai mati. 

"Sampai mati oposisi! Sampai mati, siapapun presidennya. Ana pernah bilang bahkan ke Pak Prabowo yang ana dukung, 'Pak, kalau Bapak jadi Presiden, detik itu juga Allah yang menyaksikan, langsung saya nyatakan saya oposisi terhadap Bapak'," kata Haikal kala itu. 

Namun, sikap Haikal berubah drastis setelah ia menjadi satu di antara tokoh yang dipanggil Prabowo ke kediamannya di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Selasa (15/10/2024) lalu. 

Haikal mengaku menerima arahan dari Prabowo untuk membantu pemerintahan lima tahun ke depan. 

Saat disinggung soal janji menjadi oposisi sampai mati, Haikal pun buka suara.

Ia menyebut video yang beredar luas tersebut sudah dipotong-potong. 

Haikal pun mengimbau publik untuk tidak mudah mengambil kesimpulan dari video tersebut. 

"Itu yang saya pesan kemarin. Jangan suka mengutip berita hoaks atau potong-potong. Kan itu potongan. Jadi jangan suka potong-potong. Jangan suka mengambil kesimpulan," ujar Haikal di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/10/2024).

"Kita ini beroposisi terhadap kejahatan, kesewenang-wenangan, terhadap keserakahan. Itu yang dimaksud. Itu kepotong, itu hilang," tandasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Sosok Haikal Hassan Dilantik Jadi Kepala BPJPH, Dulu Pernah Bersumpah Oposisi Jika Prabowo Presiden.

Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved