Rabu, 29 April 2026

Pilkada Jakarta 2024

Hasil Survei Elektabilitas Pilkada Jakarta 2024, LSI dan Poltracking Beda Hasil, Bakal Kena Sanksi?

Hasil survei elektabilitas Pilkada Jakarta 2024, LSI dan Poltracking beda hasil, siapa bakal kena sanksi?

Tribunnews.com
Calon Gubernur DKI Jakarta 2024, Pramono Anung (Kiri), RIdwan Kamil (Tengah) dan Dharma Pongrekun (Kanan). Hasil survei elektabilitas Pilkada Jakarta 2024, LSI dan Poltracking beda hasil, siapa bakal kena sanksi? 

Padahal pengumuman keduanya hanya berselang sehari.

Data dari LSI, elektabilitas pasangan nomor urut 3 Pramono-Rano Karno unggul pada Pilkada Jakarta 2024.

Dalam survei terbaru LSI yang digelar pada 10-17 Oktober 2024, elektabilitas Pramono-Rano Karno di angka 41,6 persen.

Sementara itu, pasangan calon (paslon) nomor urut 1 Ridwan Kamil-Suswono memiliki elektabilitas 37,4 persen.

Dengan demikian, elektabilitas Pramono Anung-Rano Karno kini menyalip Ridwan Kamil-Suswono yang sebelumnya unggul dan berada di posisi atas.

Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, saat merilis hasil survei terbarunya, Rabu (23/10/2024).

Djayadi memaparkan, secara tren, pasangan Pram-Rano memang terus menanjak dari empat hasil survei yang telah dilakukan oleh tiga lembaga survei mengenai Pilkada Jakarta.

Terutama dalam kurun waktu sebulan terakhir.

"Ada kecenderungan elektabilitas pasangan Ridwan Kamil–Suswono mengalami penurunan, sedangkan elektabilitas pasangan Dharma-Kun cenderung stabil," kata Djayadi.

Paslon nomor urut 2, Dharma Pongrekun dan Kun Wardana Abyoto, memperoleh elektabilitas 6,6 persen.

Sisanya, 14,4 persen adalah massa mengambang yang belum menentukan pilihan.

Djayadi menilai putaran kedua sangat mungkin terjadi mengingat  jumlah responden yang belum memberikan jawaban masih banyak.

"Dari temuan hasil survei ini menunjukkan putaran kedua sangat mungkin terjadi."

"Hal ini bila melihat ada 14,4 persen responden yang belum menentukan pilihan. Jadi belum ada yang dapat 50persen + 1,” ungkap Djayadi.

Meski begitu, Djayadi mengatakan bisa juga Pilkada Jakarta berlangsung satu putaran apabila Pramono-Rano bisa terus meningkatkan elektabilitasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Beda Hasil Survei Pilkada Jakarta LSI Vs Poltracking, Siapa yang Terancam Dikeluarkan Perhimpunan?

Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved