Tribun Kaltim Hari Ini
Bimbim Slank Cerita Pengalaman Sang Kakek Soemarno Sosroatmodjo Dikejar Tentara Jepang
Hujan mengguyur lebat pada perayaan malam puncak Hari Ulang Tahun ke-25 Kabupaten Malinau, Sabtu (26/10).
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Hujan mengguyur lebat pada perayaan malam puncak Hari Ulang Tahun ke-25 Kabupaten Malinau, Sabtu (26/10).
Meski diguyur hujan petir, Lansekap Pro Sehat Malinau lokasi pelaksanaan Malam puncak HUT Malinau tetap dibanjiri penonton.
Pantauan Tribun, hujan mulai mengguyur lokasi acara tepat pada saat seremoni pembukaan, sekira pukul 20.30 Wita.
Ribuan penonton yang membanjiri Lansekap Pro Sehat Malinau untuk menyaksikan Konser Perdana Band Legendaris tanah air, Slank di Kaltara.
Baca juga: Tekan Kesenjangan Harga, Pemkab Malinau Subsidi 100 Persen Biaya Pengiriman Sembako di 22 Desa
"Meski hujan, warga tetap bertahan pada penutupan malam HUT ke-25 Malinau. Mewakili Pemkab Malinau kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas antusiasme warga," ujar Pjs Bupati Malinau, Pollymaart Sijabat saat seremoni penutupan, Sabtu (26/10) malam.
Band Slank membawakan total 22 lagu mengiringi penutupan HUT Malinau ke 25, mulai pukul 21.30 Wita hingga pergantian hari.
Konser perdana di Kaltara membuat lautan penonton memenuhi lansekap pro sehat Malinau.
Vokalis Slank, Kaka mengatakan usia ke-25 tahun Malinau serupa dengan usia pernikahan sang drummer, Bimbim.
"Malinau hari ini masuk usia perak ya. Usia 25 tahun ini sama kaya pernikahan Bimbim. Usia pernikahannya sudah 25 tahun, usia perak," katanya.
Hingga akhir penampilan penutupan HUT Malinau sekira pukul 23.20 Wita, hujan ringan masih membuat penonton tetap bertahan menyaksikan 22 lagu yang dibawakan Slank.
Tak hanya berasal dari Malinau, sebagian besar penonton juga berasal kabupaten kota di Kaltara, Kaltim hingga lintas Kalimantan.
Slank sukses membawakan 22 lagu mengiringi malam penutupan Hari Ulang Tahun ke-25 Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.
Penampilan penutup malam Puncak HUT Malinau mengundang ribuan penonton di Lansekap Pro Sehat Malinau.
Di sela manggung, saat menyanyikan lagu lawas Slank, "Bimbim Jangan Menangis", Bimbim Slank sedikit bercerita soal jejak kakeknya di Kalimantan Utara.
"Ini cerita sejarah. Aku punya kakek, dulu dia dokter di Tanjung Selor jaman sebelum merdeka. Dia dikejar-kejar Jepang, teman sesama dokternya dihukum mati," ungkap Bimbim saat manggung di Malinau, Sabtu (26/10) malam.
Bima Setiawan Almachzum atau lebih dikenal sebagai Bimbim Slank merupakan cucu dari Soemarno Sosroatmodjo, Mantan Gubernur DKI Jakarta.
| Kejagung Tetapkan Hery Susanto Tersangka Dugaan Korupsi Suap Nikel, Jejak Kasus Ketua Ombudsman RI |
|
|---|
| Polemik Pengalihan Kepesertaan JKN dari Provinsi ke Kab/Kota, Wali Kota Samarinda Minta Ditunda |
|
|---|
| Surat Pemprov Kaltim yang Minta Kabupaten/Kota Ambil Alih Pembiayaan BPJS PBI Dianggap Terlambat |
|
|---|
| Pedagang di Kaltim Terhimpit Harga Plastik, Lonjakan Harga Bahan Kemasan Menekan Laba |
|
|---|
| Antrean SPBU di Wilayah Kaltim Masih Terkendali, Isu Kenaikan BBM Picu Panic Buying |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/BIMBIM-SLANK-TAMPIL-DI-MALINAU1.jpg)