Ibu Kota Negara

Kerasnya Ibu Kota Telah Dirasakan Ratusan Orang, tak Punya Keahlian, Siap-siap Dipulangkan dari IKN

Ratusan orang dipulangkan dari Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur (Kaltim), karena dinilai minim keahlian.

TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
Salah satu sudut di Ibu Kota Nusantara (IKN). Ratusan orang dipulangkan dari Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur (Kaltim), karena dinilai minim keahlian. (Tribunkaltim.co/Zainul) 

TRIBUNKALTIM.CO - Ratusan orang dipulangkan dari Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur (Kaltim), karena dinilai minim keahlian.

Ya, kerasnya Ibu Kota Negara telah dirasakan sebagian masyarakat yang mengadu nasib ke IKN.

Bukannya mendapatkan pekerjaan layak, masyarakat yang datang ke IKN justru harus dipulang ke daerah asalnya.

Diketahui, pembangunan IKN semakin masif, menarik minat banyak kalangan, termasuk pendatang yang tak memiliki keahlian atau kemampuan individu untuk bersaing mendapatkan pekerjaan.

Baca juga: Update Progres Pembangunan IKN, Per 25 Oktober 2024 Capai 57,8 Persen, Perincian Alokasi Anggaran

Baca juga: Sampai Berungkali Diucapkan, Menteri PU Sebut Swasembada Pangan Lebih Prioritas Ketimbang IKN Kaltim

Selain minim keahlian, mereka yang telantar ini kebanyakan gagal bekerja atau memulai usaha sehingga tidak memiliki modal untuk kembali ke kampung halaman.

Akibatnya, mereka menjadi pemulung, menggelandang, atau telantar membebani secara sosial kota-kota penyangga IKN seperti Balikpapan.  

Setiap bulan, terdapat sekitar 50 hingga 100 pendatang yang tak memiliki keahlian, dipulangkan ke daerah asal.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi permasalahan sosial agar tidak makin meluas, Dinas Sosial Kota Balikpapan mempercepat pembangunan rumah singgah.

Baca juga: Nasib IKN di Kaltim Era Prabowo, Menteri PU Sebut Tetap Jalan Tapi Swasembada Pangan Prioritas

Saat ini, progres pembangunan fisik rumah singgah yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan tersebut sudah mencapai level 50 persen.

Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan Edi Gunawan menuturkan, anggaran untuk membangun rumah singgah yang berlokasi di Jalan Milono, Gunung Pasir, Klandasan Ulu, Balikpapan Kota, ini sepenuhnya berasal dari APBD Kota Balikpapan.

"Sebelumnya, rumah singgah ini merupakan panti asuhan Manuntung yang kemudian diperbaiki agar memenuhi syarat. Standar-nya untuk rumah singgah itu ada tempat tidur, lemari, tempat kunjungan, dan tempat pendampingan," jelas Edi, Selasa (29/10/2024).

Edi menjelaskan, pembangunan rumah singgah ini terus dikebut mengingat Kota Balikpapan merupakan salah satu pintu gerbang di Kalimantan Timur, dan beranda IKN.

Baca juga: Bukan Januari 2025, Pemindahan ASN ke IKN Masih Tunggu Arahan dari Presiden Prabowo Subianto

"Kami kebut itu agar kami bisa menampung sementara bila ada yang terlantar ataupun pendatang," ungkapnya.

Edi menjelaskan bila telantar maka akan dikembalikan ke daerah asal melalui bantuan dana baik dari paguyuban, organisasi sosial, maupun dari Dinas Sosial Kota dan Provinsi.

"Anggarannya tidak banyak tapi mencukupi, dan paguyuban serta organisasi itu masuk pihak ketiga yang membantu," jelasnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved