Jumat, 15 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Dewas Perumdam Tirta Kencana Samarinda akan Evaluasi Laporan Pelanggan

Dewas Perumda Tirta Kencana Samarinda, Marnabas Patiroy, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya memastik layanan air bersih

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
Dewas Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Marnabas Patiroy menanggapi adanya keluhan masyarakat mengenai pembayaran air yang dinilai tak sesuai pemakaian. Namun dirinya memastikan, selaku Dewas akan selalu melakukan evaluasi.TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya memastikan layanan air bersih yang adil dan transparan bagi masyarakat.

Pernyataan ini merupakan tanggapan setelah adanya beberapa laporan dari masyarakat terkait keluhan pembayaran air yang dinilai tidak sesuai dengan pemakaian.

Marnabas menegaskan bahwa Dewas akan melakukan evaluasi berkelanjutan untuk menindaklanjuti setiap keluhan masyarakat.

"Banyak hal yang kadang-kadang dihadapi masyarakat, termasuk saya juga mengalami. Namun, kita perlu memastikan dulu kondisi di kilometer air di rumah kita masing-masing," ujar Marnabas saat ditemui (10/11).

Baca juga: Warga Padat Karya Pinang Seribu Keluhkan Air PDAM Hitam Pekat, Ini Penjelasan Perumdam Tirta Kencana

Baca juga: Warga Damanhuri Samarinda Kembali Keluhkan Masalah Air, Ini Penjelasan Dirtek Perumdam Tirta Kencana

Ia mengimbau masyarakat untuk memeriksa kemungkinan adanya kebocoran pada meteran air di rumah, lantaran kebocoran menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan tagihan melonjak.

“Yakinkan tidak terjadi kebocoran di kilometer air di rumah kita. Biasanya ada kebocoran yang menyebabkan demikian,” jelasnya.

Selain itu, ia juga meminta agar masyarakat memanfaatkan air dengan bijak dan mematikan keran saat tidak digunakan untuk menghindari pemborosan.

"Yakinkan bahwa air kita tidak sampai boros atau tumpah-tumpah, jika memang tidak mengenakan air silahkan matikan," lanjutnya.

Marnabas juga menyarankan agar masyarakat mencocokkan angka pada meteran air dengan jumlah pemakaian yang tertera saat pembayaran. Jika ada ketidaksesuaian, masyarakat diimbau untuk segera mengajukan komplain.

"Cocokkan angka pada saat kita akan melakukan pembayaran. Jika tidak sesuai atau melebihi, komplain saja. Terutama lakukan pengecekan setiap tanggal 1," sarannya.

Sebagai langkah peningkatan pelayanan, Marnabas menyatakan bahwa saat ini Perumdam Tirta Kencana tengah melakukan proses penggantian meteran air yang sudah lama.

“Kami bahkan juga terus mengupayakan penggantian kilometer-kilometer air yang sudah lama, supaya masyarakat tidak dirugikan,” ungkapnya.

Selain itu, Marnabas juga menyarankan agar masyarakat tidak menanam instalasi pipa di dalam tanah agar mudah terlihat jika terjadi kebocoran.

“Kalau ada keluhan, silakan sampaikan di tempat pengaduan PDAM. Ada hotline yang bisa dihubungi, dan kami selalu terbuka untuk menerima aduan,” jelasnya.

Baca juga: Pimpin Dewas Perumdam Tirta Kencana, Marnabas Lihat Potensi AMDK di Samarinda

Terakhir, dirinya menjelaskan bahwa terdapat dua hal utama yang menjadi fokus PDAM Samarinda adalah profit dan sosial. Namun Marnabas memastikan bahwa pihaknya lebih mengutamakan tanggung jawab sosial.

"Kan ada dua hal yang diemban oleh PDAM, selain profit, yang paling penting adalah sosial. Sebab profit hanya untuk operasional saja. Intinya, tidak boleh ada masyarakat yang dirugikan," tutup Marnabas. (*)

 

TE

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved