Berita Samarinda Terkini
Pimpin Dewas Perumdam Tirta Kencana, Marnabas Lihat Potensi AMDK di Samarinda
Perumdam Tirta Kencana, perusahaan daerah air minum di Kota Samarinda, dihadapkan pada dua tantangan besar.
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Perumdam Tirta Kencana, perusahaan daerah air minum di Kota Samarinda, dihadapkan pada dua tantangan besar.
Yakni meningkatkan cakupan pelayanan air bersih dan menekan kebocoran air.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Pengawas Perumdam Tirta Kencana yang baru dilantik pada Selasa (11/6/2024) lalu, yakni Marnabas Patiroy.
Baca juga: Dewan Pengawas dan Direksi Perumdam Tirta Kencana Dilantik, Ini Pesan Walikota Samarinda Andi Harun
Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Samarinda Nomor 10 Tahun 2019, Perumdam Tirta Kencana memiliki peran penting dalam pengelolaan air bersih di kota ini. Selain dituntut untuk menyediakan air minum berkualitas,
Perumdam Tirta Kencana juga diharapkan mampu mendorong perkembangan ekonomi daerah dan berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Marnabas menjelaskan bahwa Walikota Samarinda Andi Harun menargetkan agar Perumdam Tirta Kencana mampu menyelesaikan permasalahan air bersih bagi 23 persen masyarakat yang belum terlayani.
“Bagaimana kita bisa menyelesaikan secara bertahap, sampai persen itu bisa menjadi nol, dalam artian semua masyarakat bisa terlayani air bersih,” ungkap Marnabas.
Tantangan lain yang dihadapi Perumdam Tirta Kencana adalah tingkat kebocoran air yang hampir mencapai 40 persen. Selain kebocoran, ada juga tunggakan pembayaran air dari pelanggan.
Baca juga: Perumdam Tirta Kencana Samarinda Minta Warga Bersabar dan Menghemat Pemakaian Air Bersih
"Kita bukan hanya mengawasi, tapi mencari jalan terbaiknya bagaimana memajukan Perumdam Tirta Kencana ini. Lalu ke depan bagaimana bisa menghasilkan profit," ujar Marnabas.
Di samping itu, Marnabas justru melihat Kota Samarinda memiliki peluang besar dan optimis bahwa Perumdam Tirta Kencana dapat mengembangkan usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Hal ini, lantaran panjangnya cakupan Sungai Mahakam.
“Apalagi semua kelurahan kita dialiri anak Sungai Mahakam, yaitu Sungai Karang Mumus (SKM). Kita akan mengembangkan cinta produk lokal,” ujarnya.
Terkait potensi besar ini, Marnabas optimistis Perumdam Tirta Kencana juga dapat meningkatkan kapasitas produksi air bersih hingga 100-200 liter per detik.
"Insyaallah step by step, Dewan pengawas akan mencari solusinya," pungkas Marnabas. (*)
| Samarinda Graphic Memoir Exhibition 2026, Hadirkan 200 Karya dari 20 Kreator Asal Kota Tepian |
|
|---|
| Pemkot Samarinda Akui Kekeliruan Kontrak Sewa Defender, Andi Harun: Siap Hentikan dan Audit |
|
|---|
| Kendala Operasional Insinerator Samarinda, Gaji Operator Rp2,5 Juta per Bulan |
|
|---|
| Samarinda Masuk 7 Kota Paling Maju di Indonesia Versi BRIN IDSD 2025 |
|
|---|
| Samarinda Waspada Kemarau Ekstrem, Walikota Terbitkan Imbauan Kesiapsiagaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240613_pelantikan-pengawas-dan-direksi-perumdam.jpg)