Tantangan Ekonomi Kaltim Bergantung pada Sumber Daya Alam Mentah
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2024 di Kota Samarinda sukses terselenggara pada Jumat (29/11/2024) malam
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2024 di Kota Samarinda sukses terselenggara pada Jumat (29/11/2024) malam.
Acara rutin Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Kaltim 2024 kali ini mengangkat tema “Sinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Nasional”.
Ruang Maratua, di Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Kaltim menjadi venue utaman acara PTBI 2024 kali ini.
Deputi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Bayuadi Hardiyanto saat pemaparan banyak menyoroti pentingnya sinergi dan kolaborasi semua pihak untuk memperkuat stabilitas dan membentuk ekonomi nasional yang tangguh.
Baca juga: BI Kaltim Kembali Gelar Kaltim Paradise Of The East: Sinergi Ekonomi dan Investasi
Selain itu juga, ia menjelaskan tantangan ke depan terkait ketergantungan Kalimantan Timur terhadap sektor pertambangan.
Hal ini jadi tantangan pertama, dimana tingginya ketergantungan Kaltim pada sektor pertambangan, khususnya batubara.
"Ketergantungan yang tinggi terhadap sumber daya alam tidak terbarukan membawa risiko besar, terutama dalam hal keberlanjutan ekonomi dan lingkungan," ungkapnya.
Melambatnya pertumbuhan ekspor batubara dan potensi penurunan permintaan global akibat komitmen menuju energi hijau menambah tekanan pada perekonomian daerah.
Mengatasi hal ini, ke depan, kata Bayuadi, BI Kaltim menekankan perlunya percepatan hilirisasi industri agar komoditas sumber daya alam mentah dapat memberikan nilai tambah lebih.
Salah satu solusi adalah meningkatkan nilai tambah pada komoditas melalui hilirisasi.
Tentu akan membantu mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan menciptakan peluang ekonomi baru.
“Percepatan nilai tambah di SDA mentah atau yang kita kenal dengan hilirisasi, ketergantungan tinggi dalam SDA tidak terbarukan membuat Kaltim mesti mencari alternatif sektor baru. Misalnya project pupuk dari batubara, kita coba demplot menanam cabai, juga kita hilirisasi memperkuat nilai tambah,” terangnya.
Tantangan kedua, ketergantungan Kaltim pada pasokan pangan dari daerah lain.
Proses pembangunan dan pemindahan IKN Nusantara diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan pangan akibat pertambahan jumlah penduduk.
"Ketergantungan ini meningkatkan risiko gejolak harga dan inflasi. Diperlukan langkah strategis untuk memastikan kecukupan pasokan guna mengelola potensi tekanan inflasi secara efektif," jelas Bayuadi.
| Aksi 21 April di Samarinda, Gubernur Kaltim Siap Buka Ruang Dialog, Polda Siagakan 1.700 Personel |
|
|---|
| Daftar Wilayah Kaltim yang Diprediksi BMKG Turun Hujan 20 April 2026 |
|
|---|
| Cuaca Kalimantan Timur 20 April 2026, Didominasi Hujan Siang hingga Malam Hari |
|
|---|
| Jelang Aksi 21 April, Kantor Gubernur Kaltim Dipasang Kawat Berduri |
|
|---|
| Jelang Demo 21 April, Ini 3 Tuntutan Utama Massa di Kaltim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20241130_Pertemuan-Tahunan-Bank-Indonesia.jpg)