Berita Samarinda Terkini
Dishub Samarinda Serukan Keselamatan Jalan di Pekan Keselamatan 2024
Atensi terhadap angka kecelakaan lalu-lintas di Samarinda menjadi perhatian utama Pemerintah Kota
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Atensi terhadap angka kecelakaan lalu-lintas di Samarinda menjadi perhatian utama Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam peringatan Pekan Keselamatan Jalan 2024.
Walikota Samarinda melalui Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan jalan.
Hal ini pun disampaikan dalam rangkaian kegiatan Pekan Keselamatan Jalan 2024 yang berlangsung di GOR Segiri Samarinda, Jalan Kesuma Bangsa pada Minggu (1/12/2024).
“Setiap tahun, kita masih menerima laporan kecelakaan lalu-lintas yang cukup tinggi, bahkan hingga menyebabkan kematian dan luka serius," tuturnya.
Baca juga: Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya Benarkan Anggotanya Tewas dalam Kecelakaan di Samarinda
Oleh karena itu, program seperti ini menjadi sangat penting untuk menekankan tanggung jawab bersama.
"Baik pengendara, penumpang, maupun pejalan kaki, dalam memastikan jalan yang lebih aman,” ujar Manalu.
Lanjutnya, Manalu menyebut bahwa momentum Pekan Keselamatan Jalan ini sejatinya bukan sekadar acara tahunan.
Sebab itu dirinya juga menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama berkomitmen dalam mematuhi segala bentuk peraturan berlalu lintas.
“Mulai dari menggunakan sabuk pengaman, menghindari berkendara dalam kondisi mabuk atau kelelahan," bebernya.
Baca juga: Kecelakaan di Jalan Poros Samarinda- Bontang, Mahasiswa Asal Kota Taman Meninggal Dunia
menjaga keselamatan pejalan kaki dengan mengutamakan hak mereka sebagai pengguna jalan, serta meningkatkan kesadaran penggunaan helm dan alat pelindung diri bagi pengendara sepeda motor,” paparnya.
Dalam upaya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan berkendara, Dishub Samarinda juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).
Kendaraan yang membawa muatan berlebih ini, menurut Manalu, dapat menyebabkan berbagai masalah seperti kerusakan infrastruktur jalan, meningkatnya risiko kecelakaan, serta polusi.
Selain itu, Dishub Samarinda saat ini juga sedang menjalankan pengendalian BBM solar bersubsidi melalui program Fuel Card.
“Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Pertamina dan BRI, yang mensyaratkan dokumen seperti STNK dan kartu uji kendaraan yang masih berlaku,” jelasnya.
Atas hal ini, Manalu berharap bahwa gelaran ini mampu menanamkan kesadaran mendalam kepada masyarakat Samarinda untuk memprioritaskan keselamatan di jalan raya.
“Saya berharap kita semua dapat membawa pulang pesan yang penting. Karena keselamatan adalah tanggungjawab bersama,” katanya. (*)
| Temuan 24 Obat Herbal Berbahaya, BBPOM Samarinda Intensifkan Pengawasan |
|
|---|
| UINSI Samarinda Sikapi Kuliah Jarak Jauh PJJ, Bakal Terapkan Sistem Hybrid |
|
|---|
| BBPJN Kaltim Bersihkan Drainase Samarinda, Warga Harap Banjir Dapat Berkurang |
|
|---|
| Pemkot Samarinda Percepat Lapak Pasar Segiri, Cegah Inflasi Pangan |
|
|---|
| Lapas Samarinda Over Kapasitas 314 Persen, Siap Direlokasi ke Bayur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20241201_GOR-Segiri-Samarinda-pada-Minggu.jpg)