Kamis, 16 April 2026

Berita Kukar Terkini

Sertifikasi IG Angkat Gula Semut Tuana Tuha asal Kukar ke Kelas Premium

Gula Semut Tuana Tuha, yang resmi menyandang Sertifikat Indikasi Geografis (IG)

TRIBUNKALTIM.CO/HO
ILUSTRASI- Gambar Produk Gula Semut Tuana Tuha asal Kutai Kartanrgara yang resmi menyandang Sertifikat Indikasi Geografis (IG). TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO,TENGGARONG - Desa Tuana Tuha di Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, kini menjadi sorotan berkat produk unggulannya, Gula Semut Tuana Tuha, yang resmi menyandang Sertifikat Indikasi Geografis (IG). 

Sertifikasi bergengsi dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia ini diberikan kepada Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Gula Aren Tuana Tuha sebagai bentuk pengakuan atas kualitas dan keunikan produk berbasis geografis.

Sertifikat IG, yang terdaftar pada 16 Agustus 2024 dengan nomor registrasi IDG000000163, diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Razilu. 

Hal ini menandai tonggak sejarah baru bagi produk lokal Tuana Tuha, yang kini tak hanya diakui di tingkat nasional, tetapi juga berpeluang besar untuk bersaing di pasar global.

Baca juga: Guleku Gula Semut Asli Kukar Mulai Rambah Retail Modern

Baca juga: 45 Ribu UMKM di Kukar Penuhi Syarat Legalitas Usaha

Kepala Desa Tuana Tuha, Tommy, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini. “Sertifikasi ini adalah wujud nyata dari upaya kita melindungi produk lokal yang khas dan mendukung daya saingnya di pasar internasional,” ujarnya, Selasa (10/12/2024).

Sertifikat ini tak hanya melindungi keaslian dan kualitas Gula Semut Tuana Tuha, tetapi juga membuka peluang luas bagi peningkatan nilai ekonominya.

Produk ini dikembangkan dengan branding Guleku, yang telah dilengkapi sertifikat halal dan izin PIRT (Produk Industri Rumah Tangga). 

Kini, Pemerintah Desa Tuana Tuha fokus memperluas jangkauan pasarnya. Salah satu langkah strategisnya adalah pengadaan mesin kemasan stik dari Alokasi Dana Desa (ADD).

“Dengan mesin ini, kami dapat memproduksi kemasan premium yang praktis, cocok untuk kebutuhan hotel dan pasar kelas menengah ke atas,” jelas Tommy. 

Kemasan stik tak hanya meningkatkan nilai estetika produk, tetapi juga mempermudah konsumen menikmati gula semut kapan saja.

Dalam upaya menjaga keberlanjutan, Pemdes Tuana Tuha juga bekerja sama dengan para pengusaha gula semut yang menggunakan teknologi tungku hemat energi. Proses produksi yang efisien ini memastikan standar kesehatan dan kualitas tetap terjaga.

“Dukungan teknologi ini memberikan keunggulan kompetitif bagi Guleku. Produk kami tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki cita rasa khas yang sulit ditandingi,” kata Tommy.

Rambah Swalayan dan Hotel

Gula semut Guleku saat ini sudah dipasarkan ke swalayan dan hotel di Kalimantan Timur. Namun, Pemdes Tuana Tuha tidak berhenti di situ. Mereka tengah merancang skema kerja sama antara pelaku UMKM dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“UMKM akan fokus pada produksi, sementara BUMDes menangani pengemasan dan pemasaran,” terang Tommy. Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan jangkauan pasar produk.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved