Berita Samarinda Terkini

Walikota Samarinda Andi Harun Pastikan Rancangan Transportasi Umum Kereta Sudah Final

Pindahnya ibu kota negara Indonesia ke Kalimantan Timur membawa dampak besar bagi Kota Samarinda

Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA
BANGUN KERETA KALTIM - Walikota Samarinda, Andi Harun, dalam giat paparan akhir dokumen feasibility study (FS) perkeretaapian di Hotel Fugo, Samarinda, Kalimantan Timur pada Selasa (10/12/2024). Wali Kota Samarinda ini memastikan bahwa dokumen FS yang disusun pihaknya sudah mencakup semua aspek kelayakan, termasuk finansial, teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan.  

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pindahnya ibu kota negara Indonesia ke Kalimantan Timur membawa dampak besar bagi Kota Samarinda, yang kini menjadi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Berbagai sektor, termasuk transportasi, dirasa perlu dikembangkan untuk mendukung peran baru Samarinda.

Tak heran jika Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah gencar menyiapkan sistem transportasi massal, yakni Bus Rapid Transit (BRT) dan kereta api.

BRT ditargetkan beroperasi pada tahun 2025, sedangkan rencana pengadaan kereta api masih belum dapat diprediksi.

Baca juga: Rudy Masud-Seno Aji Janjikan Kereta Api Jika Menang Pilkada Kaltim 2024, Cawagub: Kuat Lobi di Pusat

Namun dalam hal ini, Pemkot Samarinda setidaknya telah menyusun langkah persiapan.

Mulai dari penyusunan dokumen pra studi hingga paparan akhir dokumen FS (feasibility study) perkeretaapian yang dipresentasikan di Ruang Rapat Batara I Lantai 3 Hotel Fugo Jalan Untung Suropati, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda pada Selasa (10/12/2024).

Walikota Samarinda, Andi Harun, yang hadir dalam agenda tersebut, mengatakan bahwa transportasi berbasis rel seperti kereta api sangat penting untuk mengatasi kemacetan, mengurangi polusi udara, dan memenuhi kebutuhan mobilisasi penduduk yang terus meningkat.

Namun, tak bisa dipungkiri bahwa proyek ini membutuhkan investasi yang sangat besar, sekitar Rp 8 triliun.

Angkanya memang sangat besar, dan Pemkot Samarinda tidak bisa sendiri. Jadi ketika berdiskusi dengan pemerintah provinsi, terlebih kalau mau sama-sama membangun jalur kereta api.

"Tentu akan memiliki harapan untuk bisa diwujudkan,” harapnya.

Meski begitu, Andi Harun mengakui bahwa saat ini proyek tersebut belum layak secara finansial.

Salah satu faktor utamanya adalah kepadatan penumpang di Bandara APT Pranoto yang masih relatif rendah, lantaran hanya berkisar 525 hingga 550 penumpang per hari.

Baca juga: Penampakan Kereta Api Tanpa Rel yang Ditargetkan Mulai Beroperasi di IKN Kaltim Agustus 2024

“Kalau ini ideal, ideal. Tapi dengan angka segitu tentu mahal. Namun ke depan, jika aktivitas ekonomi, destinasi wisata, dan penerbangan di APT Pranoto meningkat, proyek ini akan lebih layak secara ekonomi meski membutuhkan investasi besar di awal,” paparnya.

Untuk jalur kereta api, nantinya direncanakan meliputi rute dari Bandara APT Pranoto ke Bigmall di Jalan Untung Suropati Kecamatan Sungai Kunjang, serta lingkar luar yang akan terhubung langsung ke IKN, termasuk daerah Kecamatan Loa Bakung dan Kecamatan Sanga-Sanga. 

“Tapi kemungkinan stasiunnya ada di Loa Buah, yang jelas dari dan ke APT Pranoto,” sebutnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved