Selasa, 7 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Kesadaran Warga Memilah Sampah Masih Rendah, Ini Antisipasi DLH Samarinda

Kesadaran masyarakat Samarinda untuk memilah sampah masih sangat rendah. Untuk Itu, DLH terus melakukan upaya agar kesadaran warga meningkat

TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO
ILUSTRASI - Sampah di kawasan TPS kawasan Sungai Kunjang Kota Samarinda Kalimantan Timur. Kesadaran warga untuk memilah sampah masih sangat rendah di Samarinda.TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda akan melakukan penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Bukit Pinang dan akan mengalihkan ke TPA Sambutan, Kecamatan Samarinda Ilir.

Hal ini harus segera dilakukan karena Samarinda menghasilkan sekitar 600 ton sampah setiap hari.

Sementara untuk solusi jangka panjang guna mengatasi permasalahan ini masih menjadi pekerjaan rumah.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda pun terus berupaya untuk menemukan solusi yang efektif.

Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, Boy Leonardo Sianipar, menekankan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi harus dimulai dari kesadaran masyarakat itu sendiri. 

“Sebenarnya pemilahan sampah itu hal yang sederhana, seperti memilah sampah di rumah. Namun, hal sederhana ini justru yang paling sulit dilakukan. Di Samarinda, dari hampir 2 ribu RT, masih sedikit, bahkan saya rasa tidak ada yang mau memilah sampah dari rumah,” jelas Boy.

Baca juga: Walikota Andi Harun Ajak Pemkot dari Malaysia untuk Atasi Sampah di Samarinda

Baca juga: Optimalkan Bank Sampah, Volume Sampah di Samarinda Berkurang hingga 343 Kg Per Hari

Menurut Boy, meskipun pemilahan sampah ini bukanlah solusi jangka pendek, pengelolaan sampah yang baik harus dimulai sejak dini.

Di negara maju, generasi muda sudah dilatih untuk peduli terhadap pengelolaan sampah sejak kecil, dan diharapkan mereka akan menularkan ilmu ini kepada anak-anak mereka kelak.

Selain itu, Boy menambahkan bahwa DLH Samarinda telah menginisiasi beberapa program, salah satunya adalah program bank sampah, yang bertujuan untuk mengajak masyarakat memisahkan sampah berdasarkan jenisnya. 

“Di kantor kami sendiri sudah ada bank sampah. Dulu kami berharap seluruh instansi memiliki bank sampah, namun yang berjalan hanya 1-2, termasuk di DLH. Misalnya, botol kemasan kami kumpulkan dalam tempat khusus,” katanya.

Di samping itu juga, DLH kerap mengelola sampah organik, seperti kulit buah dan sisa makanan, yang diolah menjadi eco enzim. 

"Sementara itu untuk kompos, kami memaksimalkan pengolahan di TPS Loa Bakung, Harapan Baru, dan beberapa TPS di kawasan Mugirejo," ujar Boy.

Boy juga menyampaikan bahwa DLH berencana untuk memulai sebuah pilot project pengelolaan sampah di salah satu kawasan perumahan.

Proyek percontohan ini muncul atas inisiatif dari M. Andriansyah, anggota Komisi III DPRD Samarinda, yang mengajukan kawasan perumahannya untuk menjadi lokasi percontohan. 

“Hal ini beliau sampaikan pada pertemuan di DPRD beberapa waktu lalu dan beliau minta coba di kawasan perumahannya yang akan jadi pemrakarsa pengelolaan sampah,” ujarnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved