Berita Samarinda Terkini
Kesadaran Warga Memilah Sampah Masih Rendah, Ini Antisipasi DLH Samarinda
Kesadaran masyarakat Samarinda untuk memilah sampah masih sangat rendah. Untuk Itu, DLH terus melakukan upaya agar kesadaran warga meningkat
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda akan melakukan penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Bukit Pinang dan akan mengalihkan ke TPA Sambutan, Kecamatan Samarinda Ilir.
Hal ini harus segera dilakukan karena Samarinda menghasilkan sekitar 600 ton sampah setiap hari.
Sementara untuk solusi jangka panjang guna mengatasi permasalahan ini masih menjadi pekerjaan rumah.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda pun terus berupaya untuk menemukan solusi yang efektif.
Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, Boy Leonardo Sianipar, menekankan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi harus dimulai dari kesadaran masyarakat itu sendiri.
“Sebenarnya pemilahan sampah itu hal yang sederhana, seperti memilah sampah di rumah. Namun, hal sederhana ini justru yang paling sulit dilakukan. Di Samarinda, dari hampir 2 ribu RT, masih sedikit, bahkan saya rasa tidak ada yang mau memilah sampah dari rumah,” jelas Boy.
Baca juga: Walikota Andi Harun Ajak Pemkot dari Malaysia untuk Atasi Sampah di Samarinda
Baca juga: Optimalkan Bank Sampah, Volume Sampah di Samarinda Berkurang hingga 343 Kg Per Hari
Menurut Boy, meskipun pemilahan sampah ini bukanlah solusi jangka pendek, pengelolaan sampah yang baik harus dimulai sejak dini.
Di negara maju, generasi muda sudah dilatih untuk peduli terhadap pengelolaan sampah sejak kecil, dan diharapkan mereka akan menularkan ilmu ini kepada anak-anak mereka kelak.
Selain itu, Boy menambahkan bahwa DLH Samarinda telah menginisiasi beberapa program, salah satunya adalah program bank sampah, yang bertujuan untuk mengajak masyarakat memisahkan sampah berdasarkan jenisnya.
“Di kantor kami sendiri sudah ada bank sampah. Dulu kami berharap seluruh instansi memiliki bank sampah, namun yang berjalan hanya 1-2, termasuk di DLH. Misalnya, botol kemasan kami kumpulkan dalam tempat khusus,” katanya.
Di samping itu juga, DLH kerap mengelola sampah organik, seperti kulit buah dan sisa makanan, yang diolah menjadi eco enzim.
"Sementara itu untuk kompos, kami memaksimalkan pengolahan di TPS Loa Bakung, Harapan Baru, dan beberapa TPS di kawasan Mugirejo," ujar Boy.
Boy juga menyampaikan bahwa DLH berencana untuk memulai sebuah pilot project pengelolaan sampah di salah satu kawasan perumahan.
Proyek percontohan ini muncul atas inisiatif dari M. Andriansyah, anggota Komisi III DPRD Samarinda, yang mengajukan kawasan perumahannya untuk menjadi lokasi percontohan.
“Hal ini beliau sampaikan pada pertemuan di DPRD beberapa waktu lalu dan beliau minta coba di kawasan perumahannya yang akan jadi pemrakarsa pengelolaan sampah,” ujarnya.
Boy juga berharap bahwa keberhasilan proyek ini dapat menginspirasi anggota DPRD lainnya, tokoh masyarakat, serta tokoh agama untuk turut serta menyebarkan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan sampah.
“Karena tokoh masyarakat ini apapun yang mereka perbuat akan ditiru,” jelasnya.
Selain itu, Boy juga berharap agar pengelolaan sampah dapat dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan sebagai muatan lokal.
Hal ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang peduli terhadap lingkungan sejak usia dini.
"Kalau bisa kami minta di kurikulum, atau paling tidak masuk muatan lokal pengelolaan sampah," pungkas Boy.
Sebelumnya, Andriansyah mengatakan bahwa jika sampah-sampah yang dihasilkan kemudian dipilah dan dikelola di bank sampah untuk diolah lebih lanjut, disalurkan ke pengepul, atau dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mampu mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi.
Baca juga: DLH Dampingi Konsultan dari Jepang, Evaluasi Tempat Pembuangan Sampah di Samarinda
"Sehingga kita tidak perlu lagi mengirim sampah ke luar daerah. Sebaliknya, kita membangun ekosistem pengolahan di Samarinda," jelasnya.
Andriansyah optimis, jika konsep ini diterapkan secara maksimal, Samarinda dapat menjadi kota tanpa sampah.
"Kalau sudah sampai ke tahap ini, Insya Allah tidak ada lagi sampah yang terbuang sia-sia karena semua sudah memiliki nilai," pungkasnya. (*)
| Walikota Samarinda Nilai Kebijakan Sekprov Langgar Aturan dan Berisiko pada Layanan Warga Miskin |
|
|---|
| Cemburu Buta, Pria di Samarinda Nekat Parang Teman Sendiri di Guest House |
|
|---|
| KNPI Samarinda Kritik Pemprov Kaltim, Ronni Hidayatullah: Bankeu Dipangkas, BPJS Warga Terancam |
|
|---|
| UT Samarinda Bekali Lulusan Hadapi Era AI Lewat Seminar Akademik |
|
|---|
| 49.742 Warga Samarinda Korban Kebijakan Pemrov Kaltim, Andi Harun Tolak Pengalihan Beban Iuran JKN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20241213-Sampah.jpg)