Berita Bontang Terkini

Pencarian Kapten Kapal Tenggelam di Perairan Bontang Dilakukan hingga Muara Berau

Pencarian korban kapal tenggelam di perairan Bontang, Kalimantan Timur terus dilakukan. BPBD Bontang memperluas area pencarian hingga Muara Berau.

|
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Budi Susilo
HO/Polres Bontang
KAPAL TENGGELAM BONTANG - Tim gabungan menyisir lokasi yang diperkirakan jadi area hilangnya kapten kapal Gapar, setelah diterjang badai, pada Sabtu lalu, Senin (23/12/2024). Kapal yang membawa tiga pemancing—Gapar (59), Nardi, dan Kukuh Joko Purnomo—dilaporkan tenggelam akibat gelombang tinggi. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG – Pencarian korban kapal tenggelam di perairan Bontang, Kalimantan Timur terus dilakukan.

Tim gabungan yang terdiri dari Polairud Polres Bontang, Basarnas Samarinda, Pos AL Muara Badak, dan BPBD Bontang memperluas area pencarian hingga perairan Muara Berau.

Kasat Polairud Polres Bontang, Iptu Khairul Umam, memastikan jajarannya aktif berkolaborasi dengan berbagai instansi terkait.

“Iya, proses pencarian dilakukan. Personel kami di lapangan terus berkolaborasi dengan instansi lain,” ujarnya kepada TribunKaltim.co pada Senin (23/12/2024).\

Baca juga: Nelayan Hilang Dihantam Badai di Laut Bontang, Dua Hari Berlalu Kini Masih Dicari Tim Gabungan

Sementara itu, Kepala BPBD Bontang, Usman, menyebutkan sekitar 12 personel terlibat dalam pencarian dengan menggunakan dua kapal dari BPBD dan Basarnas.

“Tetap kami lanjutkan pencarian hari ini,” katanya.

Kepala Bidang BPBD Bontang Eko Mashudi, menambahkan, bagian kapal seperti tenda telah ditemukan oleh nelayan di lokasi tenggelamnya kapal di perairan Kutai Timur.

Namun, korban atas nama Gaffar, kapten sekaligus pemilik kapal, masih belum ditemukan.

“Korban belum ditemukan. Kami akan terus menyisir area sekitar lokasi tenggelamnya kapal,” ujar Eko.

Eko juga mengimbau nelayan dan masyarakat untuk lebih waspada terhadap cuaca buruk.

Baca juga: Pencarian Nelayan yang Hilang usai Kapal Tenggelam di Perairan Bontang Diperluas Hingga 20 Mil

Ia mengingatkan agar selalu menggunakan pelampung dan memeriksa kondisi kapal sebelum melaut.

“Pantau cuaca dari BMKG sebelum melaut, dan pastikan pelampung selalu digunakan,” pesannya.

Kronologi Kapal Tenggelam

Insiden tenggelamnya kapal terjadi pada Sabtu 21 Desember 2024 di perairan sekitar Sangkima, Kutai Timur. 

Kapal yang membawa tiga pemancing—Gapar (59), Nardi, dan Kukuh Joko Purnomo—dilaporkan tenggelam akibat gelombang tinggi.

Kukuh ditemukan selamat berkat penggunaan pelampung, sementara jenazah Nardi berhasil dievakuasi oleh KM Helmiati.

Namun, Gaffar hingga kini masih dalam pencarian. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved