Berita Bontang Terkini
Pencarian Kapten Kapal Tenggelam di Perairan Bontang Dilakukan hingga Muara Berau
Pencarian korban kapal tenggelam di perairan Bontang, Kalimantan Timur terus dilakukan. BPBD Bontang memperluas area pencarian hingga Muara Berau.
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG – Pencarian korban kapal tenggelam di perairan Bontang, Kalimantan Timur terus dilakukan.
Tim gabungan yang terdiri dari Polairud Polres Bontang, Basarnas Samarinda, Pos AL Muara Badak, dan BPBD Bontang memperluas area pencarian hingga perairan Muara Berau.
Kasat Polairud Polres Bontang, Iptu Khairul Umam, memastikan jajarannya aktif berkolaborasi dengan berbagai instansi terkait.
“Iya, proses pencarian dilakukan. Personel kami di lapangan terus berkolaborasi dengan instansi lain,” ujarnya kepada TribunKaltim.co pada Senin (23/12/2024).\
Baca juga: Nelayan Hilang Dihantam Badai di Laut Bontang, Dua Hari Berlalu Kini Masih Dicari Tim Gabungan
Sementara itu, Kepala BPBD Bontang, Usman, menyebutkan sekitar 12 personel terlibat dalam pencarian dengan menggunakan dua kapal dari BPBD dan Basarnas.
“Tetap kami lanjutkan pencarian hari ini,” katanya.
Kepala Bidang BPBD Bontang Eko Mashudi, menambahkan, bagian kapal seperti tenda telah ditemukan oleh nelayan di lokasi tenggelamnya kapal di perairan Kutai Timur.
Namun, korban atas nama Gaffar, kapten sekaligus pemilik kapal, masih belum ditemukan.
“Korban belum ditemukan. Kami akan terus menyisir area sekitar lokasi tenggelamnya kapal,” ujar Eko.
Eko juga mengimbau nelayan dan masyarakat untuk lebih waspada terhadap cuaca buruk.
Baca juga: Pencarian Nelayan yang Hilang usai Kapal Tenggelam di Perairan Bontang Diperluas Hingga 20 Mil
Ia mengingatkan agar selalu menggunakan pelampung dan memeriksa kondisi kapal sebelum melaut.
“Pantau cuaca dari BMKG sebelum melaut, dan pastikan pelampung selalu digunakan,” pesannya.
Kronologi Kapal Tenggelam
Insiden tenggelamnya kapal terjadi pada Sabtu 21 Desember 2024 di perairan sekitar Sangkima, Kutai Timur.
Kapal yang membawa tiga pemancing—Gapar (59), Nardi, dan Kukuh Joko Purnomo—dilaporkan tenggelam akibat gelombang tinggi.
Kukuh ditemukan selamat berkat penggunaan pelampung, sementara jenazah Nardi berhasil dievakuasi oleh KM Helmiati.
Namun, Gaffar hingga kini masih dalam pencarian. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.