Kamis, 21 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

Inflasi Kaltim Tahun 2024 Capai 1,54 Persen, Disperindagkop dan UKM: Pengendalian Telah Berhasil

Inflasi Kalimantan Timur tahun 2024 capai 1,54 persen, Disperindagkog dan UKM mengatakan bahwa pengendalian telah berhasil.

Tayang:
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Diah Anggraeni
Tribunkaltim.co/Rita Lavenia
Kepala Disperindagkop Kaltim, Heni Purwaningsih mengatakan, angka inflasi di Kaltim pada tahun 2024 relatif terkendali. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Inflasi Kalimantan Timur (Kaltim) hingga akhir tahun 2024 menyentuh angka 1,54 persen.

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Kaltim menyebut bahwa angka inflasi tersebut relatif terkendali.

"Inflasi Kaltim tahun ini tercatat 1,54 persen. Lebih sedikit dibanding inflasi nasional yang ada di angka 1,55 persen. Artinya, pengendalian inflasi di tingkat daerah telah berhasil," ujar Kepala Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim, Heni Purwaningsih.

Heni menyampaikan bahwa upaya kolaboratif antara berbagai pihak, termasuk Tim PPID, berperan penting dalam pengendalian inflasi.

Baca juga: Kawal Ketersediaan Pangan, Disperindagkop Kaltim Pelajari Pengelolaan Food Station Tjipinang Jaya

Inflasi yang terjaga dengan baik menunjukkan bahwa harga di pasaran tetap stabil dan ketersediaan barang pokok di Kaltim aman.

Salah satu faktor yang turut berperan dalam pengendalian inflasi adalah ketersediaan barang yang mencukupi. 

"Hal itu tentu memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi lonjakan konsumsi pada periode akhir tahun," ujarnya.

Meski demikian, Heni juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan dalam pengendalian inflasi.

Meskipun inflasi yang sangat rendah dapat menjadi tanda kestabilan harga, namun jika terlalu rendah hingga mencapai deflasi bisa berdampak negatif pada perekonomian.

"Deflasi bisa mencerminkan penurunan daya beli masyarakat, yang tentu saja akan berdampak pada ekonomi secara keseluruhan. Oleh karena itu, pemerintah harus menjaga inflasi agar tetap dalam rentang yang sehat," jelasnya.

Baca juga: Disperindagkop Kaltim Pastikan Stok Bapokting di Pasaran Aman Jelang Ramadhan

Pemerintah pusat menargetkan inflasi pada angka 2 persen dengan rentang toleransi plus-minus 1 persen yang dianggap ideal untuk menjaga daya beli masyarakat dan iklim investasi yang sehat.

"Apabila inflasi terlalu rendah, maka iklim bisnis bagi investor juga menjadi kurang menarik," ujarnya.

Selain pengendalian inflasi, Heni juga menyoroti pentingnya pengelolaan aduan konsumen.

Oleh sebab itu, pihaknya telah membuat layanan pengaduan online, yakni Aksi Konsumen Cerdas, Ayo Mengadu (Sikomeng).

Melalui aplikasi itu setiap masyarakat Kaltim dapat mengadu mengenai berbagai keluhan hak sebagai konsumen di bidang jasa maupun perdagangan.

"Kami terus berusaha untuk menangani aduan konsumen dengan cepat dan efektif agar masyarakat merasa puas dengan layanan yang ada dan memastikan kestabilan perekonomian daerah tetap terjaga," pungkas Heni Purwaningsih. (*)
 

--

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved