Berita Bontang Terkini

Proyek Drainase Rp 7 Miliar di Jalan Suryanata Bontang Dinilai Asal Jadi

Dalam sidak yang dilakukan bersama Komisi C DPRD Bontang, anggota DPRD itu menemukan kualitas cor yang buruk

Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDWAN
Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang Muhammad Sahib menunjukkan kualitas cor yang digunakan kontraktor, kepada Kepala Bidang Bina Marga PUPR, Anwar Nurdin saat meninjau proyek tersebut, Senin (6/1/2025). TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDWAN 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG – Raut wajah Muhammad Sahib seketikan memerah menahan amarah, saat meninjau proyek drainase di Jalan Pangeran Suryanata eks Sendawar, Kelurahan Bontang Baru, Senin (6/1/2025).

Dalam sidak yang dilakukan bersama Komisi C DPRD Bontang, anggota DPRD itu menemukan kualitas cor yang buruk.

Saat menguji kekuatan cor-coran dengan menginjaknya, lapisan tersebut langsung hancur karena rapuh.

"Cor apa ini?. Kebanyakan pasir. Ini tidak beres kontraktornya. Tidak bisa dibiarkan yang seperti ini, jangan diterima," kata Sahib.

Politisi Partai Nasdem ini kemudian memeriksa bagian dalam gorong-gorong dan kembali mendapati masalah. 

Bekisting yang masih tertempel di dalam saluran terlihat menghambat aliran air. Menurutnya, kondisi tersebut tidak sesuai spesifikasi dan berpotensi memperparah banjir, alih-alih mengurangi dampaknya.

Baca juga: Komisi C DPRD Bontang Sidak Proyek Stadion Bessai Berinta, Sahib: Maaf Ini Tidak Beres

Baca juga: DPRD Bontang Lantik 2 Anggota Baru Lewat PAW, Gantikan Legislator yang Maju Pilkada 2024

"Harusnya dibongkar itu. Haduh, bagaimana sih ini kerjanya? Kalau kami tidak sidak, memang bakal ketahuan?" sambungnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi C Alfin Rausan Fikry. Ia bahkan meminta kerjaan tersebut dibongkar ulang.

Menurutnya dari penglihatan kasat mata saja, masyarakat bisa menilai proyek ini dikerjakan asal-asalan. "Apapun alasannya ini, kelewatan," terangnya.

Sidak tersebut juga dihadiri Kepala Dinas PUPRK Bontang, Edy Prabowo, dan Kepala Bidang Bina Marga, Anwar Nurddin. Menanggapi temuan itu, Edy menegaskan akan meminta pertanggungjawaban kontraktor pelaksana.

"Kami sampaikan ke kontraktornya. Karena memang ini masih dalam masa pemeliharaan. Beberapa temuan sudah kami dapati dan akan diminta dibongkar," ujarnya.

Anwar menambahkan, pihaknya akan memaksimalkan dana jaminan atau pemeliharaan senilai kurang lebih Rp 350 juta (5 persen dari nilai kontrak).

Baca juga: Anggota DPRD Bontang Yasier Arafat Dukung Penuh Liga Bocah Berebas Pantai

Meski demikian, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada kontraktor menyelesaikan tanggungjawabnya.

"Jaminan pemeliharaan ada. Itu bisa kita gunakan nilainya kisaran Rp 350 juta," terangnya.

Sebagai informasi, proyek trotoar dan drainase di Jalan Pangeran Suryanata eks Sendawar, Bontang Baru dikerjakan oleh PT Tuah Persada Perkasa dengan anggaran senilai Rp 7 miliar yang bersumber dari APBD. (*)


 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved