Berita Samarinda Terkini
RSUD IA Moeis Samarinda Bakal jadi RS Internasional dengan Skema KPBU
RSUD IA Moeis Kota Samarinda tengah mempersiapkan terobosan besar dengan menerapkan skema Kerja Sama
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - RSUD IA Moeis Kota Samarinda tengah mempersiapkan terobosan besar dengan menerapkan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk meningkatkan statusnya menjadi rumah sakit pendidikan bertaraf internasional.
Jika terwujud, proyek ini akan menjadi yang pertama di sektor kesehatan di Indonesia melalui KPBU, sebuah skema pembiayaan yang sebelumnya lebih sering digunakan untuk proyek infrastruktur seperti jalan tol dan transportasi publik.
Direktur RSUD IA Moeis, dr. Ismed, menjelaskan bahwa proyek ini sudah memasuki tahap pratinjau prakualifikasi (preview prakualifikasi).
“KPBU di sektor kesehatan adalah hal baru di Indonesia. Jika proyek ini terealisasi, RSUD IA Moeis akan menjadi yang pertama. Saat ini, kita tinggal menunggu minat dari investor. Alhamdulillah, sudah ada surat minat dari Australia dan China,” ungkapnya.
Baca juga: Upaya Pemkot Optimalkan RSUD IA Moeis Samarinda, Sam Syaimun Serap Pendapat
Menurutnya, proses menuju realisasi proyek KPBU ini tidak mudah, lantaran membutuhkan persetujuan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bappenas.
“Hanya sekitar 50 proyek KPBU yang disetujui setiap tahun. Kami bersyukur, proyek ini telah mendapat persetujuan dari Kemenkeu dan difasilitasi oleh PT SMI. Sekarang, tinggal menunggu keseriusan calon investor,” lanjutnya.
Rencana pengembangan RSUD IA Moeis mencakup pembangunan empat gedung baru dengan total kapasitas 334 tempat tidur.
Selain itu, fasilitas modern seperti ruang perawatan dan layanan kesehatan canggih akan dibangun, seiring dengan target peningkatan status dari rumah sakit tipe C menjadi tipe B.
Proyek ini sepenuhnya dibiayai oleh swasta melalui skema KPBU. Pendapatan rumah sakit tetap dikelola melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
"Sehingga tidak melanggar UU Kesehatan Nomor 17,” tegas dr. Ismed.
Pembangunan direncanakan dimulai pada 2026 atau 2027 mendatang, dengan target operasional pada awal 2028.
Dalam pengembangannya, RSUD IA Moeis akan didampingi tim teknis, legal, dan finansial dari Kemenkeu.
“Harapannya kalau sudah menuju standar Internasional maka kita siapkan, dan insya Allah berjalan dan kami tidak akan lupakan pelayanan rutin seperti BPJS,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Passie, menyambut baik rencana ini dan menilai bahwa pengembangan RSUD IA Moeis sejalan dengan peningkatan kualitas layanan kesehatan di Samarinda.
“RSUD IA Moeis baru saja mendapat penghargaan pelayanan prima dari pemerintah pusat, dengan skor 45,2. Ini sebuah kebanggaan bagi Samarinda, namun kualitas pelayanan harus terus dijaga dan ditingkatkan,” ujar Novan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.