Kamis, 14 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

Deretan Proyek Tugu dengan Harga Fantastis di Kalimantan Timur

Inilah deretan proyek tugu dengan harga fantastis di Kalimantan Timur, Kutai Timur paling mahal.

Tayang:
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Diah Anggraeni
Kolase Tribun Kaltim
TUGU DI KALTIM- 4 tugu di Kalimantan Timur (Kaltim) yang jadi sorotan, mulai dari Tugu Bulan Sabit di Kabupaten Kutim, Tugu PKK di Kota Bontang, dan dua Tugu Pesut di Kota Samarinda milik proyek Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda.  

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Inilah deretan proyek tugu dengan harga fantastis di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Proyek tugu di Kaltim ini menyita perhatian masyarakat.

Selain Tugu Pesut Samarinda di simpang empat Mall Lembuswana, ada juga Tugu PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) di simpang tiga Kelurahan Tanjung Laut, Kota Bontang.

Kemudian tugu bulan sabit yang berlokasi di Bundaran Masjid Al-Faruq Bukit Pelangi Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Disusul ada tugu pesut berbahan besi, proyek milik Pemprov Kaltim yang berdiri di Kota Samarinda yang juga tak lepas dari sorotan.

Keempat tugu yang dikerjakan pemerintah tersebut, diketahui jika proyek Tugu Pesut di Samarinda Seberang menjadi yang termahal dari kedua.

Baca juga: Polemik Tugu Pesut Simpang Lembuswana dengan Anggaran Rp 1,1 M, Kata Ketua Komisi III DPRD Samarinda

Tugu Pesut yang dikerjakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) itu menelan biaya Rp 1,8 miliar.

Sementara urutan pertama ditempati tugu bulan sabit senilai Rp2,5 miliar dari APBD 2023 yang berlokasi di Bundaran Masjid Al-Faruq Bukit Pelangi Sangatta, Kutim.

Disusul tugu Pesut Samarinda senilai Rp 1,1 miliar, dan tugu PKK Bontang bernilai Rp 800 juta.

Tugu bulan sabit di Kutim yang terbuat dari konstruksi baja berwarna merah bata, dengan hiasan 99 nama Asmaul Husna tersebut diharapkan dapat menjadi ikon baru untuk Sangatta. 

Tetapi, desainnya yang abstrak telah memicu perdebatan nilai estetik dan makna simbolisnya.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Kutim Novel Tyty Paembonan mengatakan, setiap pembangunan sejatinya memiliki harapan dan tujuan yang baik. 

Namun beragam kritik dan pendapat dari masyarakat juga tidak dapat disalahkan.

“Terkait persoalan itu, mungkin nanti teman-teman (wartawan) bisa berbicara langsung ke dinas terkait. Kalau kita merasa pembangunan itu belum maksimal, coba kita poles biar lebih cantik, lebih manis sehingga punya nilai yang lebih baik,” ungkapnya.

Tugu Pesut Pemprov Kaltim juga jauh dari kampanye ramah lingkungan. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved