Rabu, 20 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

DPKH Kaltim akan Salurkan 10 Ribu Vaksin Ternakuntuk Cegah PMK

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kalimantan Timur, akan mengalokasikan 10.000 vaksin penyakit kuku dan mulut

Tayang:
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Samir Paturusi
TribunSulbar.com
BANTUAN VAKSIN PMK - Ilustrasi Peternakan sapi,Senin (3/6/2024). DPKH Kaltim secara rutin melakukan pemantauan ke sejumlah peternakan guna pencegahan PMK. TRIBUNKALTIM.CO/HO/TRIBUNSULBAR.COM 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kalimantan Timur, akan mengalokasikan 10.000 vaksin penyakit kuku dan mulut (PMK) untuk hewan ruminansia di Benua Mulawarman.

Kepala DPKH Kaltim, Fahmi Himawan menjelaskan upaya ini guna mencegah penyebaran PMK yang menyerang ternak sapi, domba, kambing, rusa dan babi.

"Terutama mendekati bulan suci Ramadan, kita upayakan memitigasi sedini mungkin," jelas Fahmi beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPKH Kaltim drh. Diah Anggrain mengatakan pemerintah sudah melakukan upaya pencegahan.

Baca juga: DPKH Kaltim Lakukan Pencegahan PMK, Hewan Ruminansia yang Masuk Harus Jalani Karantina

Namun DPKH juga menegaskan para peternak harus turut berperan aktif dalam mencegah penyebaran PMK pada hewan ternak.

"Jika mendapati gejala PMK seperti luka di mulut dan kuku ternak segera melapor ke Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan)," ujar drh. Diah.

Ia menjelaskan, walaupun PMK dapat disembuhkan namun penyakit tersebut berpotensi menyerang organ reproduksi ternak serta menurunkan produktivitas, terutama pada sapi perah.

"Tapi, PMK bukanlah penyakit zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia," jelasnya. 

Lebih lanjut jelasnya, PMK memiliki tingkat mortalitas rendah pada ternak dewasa.

Tetapi daya tular sangat tinggi hingga mencapai 100 persen.

Baca juga: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pastikan Penyakit Kuku dan Mulut Belum Masuk Kaltim

"Pada anak ternak, tingkat kematian akibat PMK dapat mencapai 50 persen," imbuhnya.

Dokter hewan ini juga menambahkan bahwa saat ini berbagai upaya yang telah dilakukan, seperti vaksin dan penyemprotan kandang telah berhasil menghentikan kasus PMK di Kaltim.

"Tentu kami berharap situasi ini dapat terus dipertahankan dengan langkah-langkah yang dilakukan juga dengan awarnes para peternak kita juga," pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved