Berita Balikpapan Terkini
Jembatan Alternatif WIKA-Balikpapan Baru Ditutup, Banyak Pengendara Terkecoh
Puluhan pengendara, terutama pemotor, tak jarang terkecoh saat hendak melintasi jembatan jalur alternatif.
Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Puluhan pengendara, terutama pemotor, tak jarang terkecoh saat hendak melintasi jembatan jalur alternatif Perumahan WIKA-Balikpapan Baru, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.
Meskipun spanduk pemberitahuan menyangkut penutupan jembatan ini sudah dipasang mulai dari depan Perumahan WIKA, tak sedikit yang harus berbalik arah.
Pantauan TribunKaltim.co, dari gapura jalur masuk WIKA hingga jembatan tersebut berjarak kurang lebih 900 meter.
Sehingga para pengendara harus menempuh jarak dua kali lipat untuk berbalik keluar dari jalur utama Perumahan WIKA Balikpapan.
Baca juga: Jembatan Penghubung WIKA ke Balikpapan Baru Resmi Dibuka
Jembatan yang belum lama ini diresmikan Pemerintah Kota Balikpapan itu rupanya relatif membantu pengendara untuk menjangkau tujuan lebih singkat.
Salah seorang pemotor, Sari (23), yang kecewa harus memutar lebih jauh lagi karena tak bisa melintasi jembatan.
"Saya nggak tahu kalau ditutup buat semua, kirain cuma mobil nggak bisa lewat," keluhnya.
Alhasil dia terpaksa memarkirkan kendaraan di depan jembatan dan harus berjalan kaki karena tujuannya berada tak jauh dari balik jembatan.
Pengendara yang lain menyatakan keluhan serupa. Sebagian besar pengendara yang terkecoh ini bukan warga setempat.
Ketua RT 15 Perumahan WIKA, Slamet Imam Santoso, menyatakan bahwa penutupan jembatan mutlak dilakukan mengingat banyak aspek teknis yang belum terpenuhi.
Semisal, kata dia, belum tersedianya rambu-rambu lalu-lintas yang memadai hingga keterbatasan penerangan yang berisiko saat malam hari.
Baca juga: 182 Jembatan Sudah Dibangun di Mahulu Kaltim, Ini Rinciannya
Belum lagi ketika sempat dioperasionalkan beberapa waktu lalu.
Menurut Slamet, petugas yang berjaga kerap tidak hadir tepat waktu yang berbuntut kacaunya lalu-lintas.
"Semua petugas yang ditempatkan tidak tepat waktu membantu kami disini, sehingga timbul persoalan lagi," ungkapnya.
Lebih lanjut, dia meminta maaf kepada masyarakat Balikpapan atas penutupan sementara jembatan tersebut.
Namun ia tetap mengapresiasi dengan adanya pembangunan jembatan itu yang bisa memecah kemacetan.
Sementara Lurah Gunung Samarinda Baru, Yulita Kusuma, tak berkomentar banyak mengenai penutupan jembatan sepanjang 20,50 meter tersebut.
Sebab menurutnya, hanya OPD (Organisasi Perangkat Daerah) teknis yang berhak memaparkan penjelasan atas kendala yang dihadapi.
"Kami selaku kepala wilayah hanya memfasilitasi mediasi," sebut Yulita tertulis.
Baca juga: Dampak Penundaan Pembangunan Jembatan Gantung Guntung Bontang, PUPR Berikan Solusinya
Sesuai dengan kesepakatan, Yulita berharap agar selama kurun dua minggu terhitung dari 31 Januari 2025 ini, proses kajian berjalan dengan optimal.
Sehingga dalam durasi dua minggu itu, pihaknya dapat memperoleh hasil yang pasti.
"Jadi hasil mediasi bersama OPD teknis dapat diumumkan secepatnya kepada masyarakat," tandas Yulita.
Sebagai informasi, Pemerintah Kota Balikpapan resmi membuka Jembatan Tamansari Bukit Mutiara 1 WIKA pada 20 Januari 2025 lalu, yang menghubungkan Perumahan WIKA dengan Balikpapan Baru.
Jembatan sepanjang 20,50 meter dan lebar 7,84 meter ini mulanya diharapkan menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan di kawasan tersebut.
Tadinya, jembatan ini beroperasi dari pukul 05.00 hingga 22.00 Wita, dengan akses satu arah dari WIKA menuju Balikpapan Baru, dan hanya kendaraan roda dua dan roda empat pribadi yang diizinkan melintas. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.