Rabu, 22 April 2026

Tribun Kaltim Hari Ini

Warga Samarinda Kembali Alami Kelangkaan LPG, Harga Gas Nonsubsidi Ikut Naik

Fenomena kelangkaan LPG 3 kilogram kembali terjadi di Kota Samarinda. Warga yang harus pulang tanpa membawa apa-apa karena stok gas di pangkalan habis

Penulis: Geafry Necolsen | Editor: Diah Anggraeni
TribunKaltim.co/Ichwal Setiawan
KELANGKAAN GAS SUBSIDI - Salah satu pedagang gas LPG 3 kilogram di Kalimantan Timur. Para pedagang gas subsidi harus memasang papan pengumuman bertuliskan gas kosong karena pembeli tak henti mencari tabung melon. (TRIBUNKALTIM.CO/ICHWAL SETIAWAN) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Fenomena kelangkaan LPG 3 kilogram kembali terjadi di Kota Samarinda.

Meski sebelumnya Pemkot Samarinda telah mengeluarkan kartu khusus untuk memastikan distribusi tepat sasaran bagi warga miskin, kebijakan tersebut belum mampu sepenuhnya mengatasi keterbatasan pasokan bagi masyarakat umum.

Tak sedikit warga yang harus pulang tanpa membawa apa-apa karena stok gas di pangkalan habis sebelum mereka mendapat giliran.

Seperti yang diungkapkan oleh Diana, warga Samarinda Seberang yang mengaku kesulitan saat mencari stok gas dilingkungan tempat tinggalnya.

"Susah lagi sekarang, kemarin sudah bawa gas kemana-mana pada habisan," ungkapnya.

Baca juga: Kebijakan Penjualan LPG Berubah-ubah, Walikota Samarinda Tunggu Petunjuk Pemerintah Pusat

Asisten II Ekonomi Pembangunan Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy, menegaskan bahwa pihaknya telah menjamin distribusi LPG 3 kilogram untuk warga miskin yang terdata.

Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 18 ribu warga yang telah terdaftar sebagai penerima gas bersubsidi.

"Kami sudah jamin bahwa semua masyarakat miskin yang terdata sebanyak 18 ribu orang akan mendapatkan gas. Daftarnya juga tidak bisa disalahgunakan," jelas Marnabas.

Ia mencontohkan temuan di Kelurahan Bukit Pinang sebelumnya, di mana terdapat dua orang yang tidak berhak menerima gas namun masuk dalam daftar.

"Mereka langsung kami keluarkan dari daftar, dan kami selalu memperbarui data tersebut agar distribusi tetap tepat sasaran," tambahnya.

Di samping itu, Marnabas juga menyebutkan bahwa pangkalan gas memiliki jatah yang diprioritaskan untuk masyarakat miskin.

Dari kuota 400 tabung per minggu, sebanyak 200 tabung dialokasikan untuk warga miskin, sementara sisanya bisa digunakan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang masih diizinkan membeli di pangkalan.

"Kami mau pastikan dulu warga miskin mendapatkan kepastian gas 3 kilogram dengan harga sesuai HET, yaitu Rp 18 ribu per tabung. Setelah itu, baru kita finalkan regulasi untuk UMKM," ujarnya.

Baca juga: Kebijakan Penjualan LPG 3 Kg Berubah, Disdag Samarinda Pastikan Program Kartu Kendali Tetap Berjalan

Ia juga mengakui adanya tantangan dalam menjaga stabilitas pasokan, termasuk masalah produktivitas SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji) saat hari libur.

"SPBE ini tidak produktif kalau tanggal merah, itu juga masalah yang sedang kami cari solusinya," ujarnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved