Jumat, 5 Juni 2026

Berita Nasional Terkini

Peran Besar Kombes Hendy Kurniawan di Balik Gagalnya OTT Hasto dan Harun Masiku

Peran besar Kombes Hendy Kurniawan di balik gagalnya OTT Hasto dan Harun Masiku.

Tayang:
Kompas.com/Farida Farhan
HASTO VS KPK - Hendy Febrianto Kurniawan saat masih menjabat Kapolres Karawang dalam kasus penganiayaan bayi Calist, Senin (26/3/2018). Nama Hendy disebut dalam sidang praperadilan yang diajukan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto terkait penetapan tersangka kasus suap Harun Masiku di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2025). 

TRIBUNKALTIM.CO - Peran besar Kombes Hendy Kurniawan di balik gagalnya OTT Hasto dan Harun Masiku.

Pengejaran Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan eks kader PDIP Harun Masiku saat operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan penyidik KPK pada Rabu (8/1/2020) silam, menguak cerita baru.

Lima orang petugas KPK diadang dan diintimidasi selama 9 jam.

Barulah pukul 04.55 WIB, petugas KPK dilepaskan, setelah Setyo Budiyanto, perwira Polri yang saat itu menjabat sebagai Direktur Penyidikan KPK, turun tangan ke lokasi.

Baca juga: Rekam Jejak Kombes Hendy Kurniawan, Eks Penyidik KPK yang Diduga Gagalkan OTT Hasto dan Harun Masiku

Sosok Kombes Hendy Kurniawan disebut berperan besar dalam di balik gagalnya operasi senyap KPK menangkap Hasto dan Harun Masiku.

Cerita ini terungkap usai Anggota Tim Hukum KPK, Iskandar Marwanto memberikan keterangan di sidang praperadilan Hasto Kristiyanto di PN Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2025).

Hal itu bermula ketika KPK melakukan OTT dan berhasil menangkap sejumlah orang, termasuk eks Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

HASTO VS KPK - Hendy Febrianto Kurniawan saat masih menjabat Kapolres Karawang dalam kasus penganiayaan bayi Calist, Senin (26/3/2018). Nama Hendy disebut dalam sidang praperadilan yang diajukan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto terkait penetapan tersangka kasus suap Harun Masiku di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2025).
HASTO VS KPK - Hendy Febrianto Kurniawan saat masih menjabat Kapolres Karawang dalam kasus penganiayaan bayi Calist, Senin (26/3/2018). Nama Hendy disebut dalam sidang praperadilan yang diajukan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto terkait penetapan tersangka kasus suap Harun Masiku di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2025). (Kompas.com/Farida Farhan)

Dalam operasi senyap itu, nama Harun Masiku dan Hasto Kristiyanto masuk dalam daftar target.

KPK kemudian mendapat informasi bahwa Harun Masiku dan Hasto diduga melarikan diri ke Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta.

Lembaga anti-rasuah langsung mengirimkan petugas untuk menangkap Harun. 

Namun, begitu tiba di PTIK sekitar pukul 20.00 WIB, tim penyelidik dan penyidik KPK yang berjumlah lima orang dihentikan sekelompok orang yang dipimpin AKBP Hendy Kurniawan.

Tim KPK diintimidasi, digeledah, dan diinterogasi tanpa prosedur. 

Alat komunikasi mereka juga disita dan diminta menjalani tes urine meski hasilnya negatif.

AKBP Hendy dkk meminta keterangan dari petugas KPK hingga pukul 04.55 WIB keesokan harinya.

“Petugas termohon (KPK) malah digeledah tanpa prosedur, diintimidasi, dan mendapatkan kekerasan verbal dan fisik oleh Hendy Kurniawan dan kawan-kawan,” kata Iskandar, Kamis (6/2/2025).

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved