Tribun Kaltim Hari Ini
2 Trayek Perintis Damri Distop, Masyarakat Bulungan Terpaksa Gunakan Kendaraan Pribadi
PT Damri Tanjung Selor telah menyetop dua trayek layanan perintis untuk angkutan penumpang maupun barang.
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – PT Damri Tanjung Selor telah menyetop dua trayek layanan perintis untuk angkutan penumpang maupun barang.
Trayek tersebut yakni tujuan Tanjung Selor–Long Tungu dan Kabupaten Tana Tidung (KTT –Seputuk Malinau.
Penyetopan layanan angkutan perintis ini dilakukan karena adanya instruksi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Penyedia Transportasi Daerah (BPTD) wilayah Kaltara hingga batas waktu yang tidak dapat ditentukan.
Baca juga: Pasar Ramadan Tanjung Selor Kaltara Bakal Dipusatkan di Kampung Arab
Akibat adanya penyetopan sementara ini, beberapa masyarakat yang biasanya menggunakan jasa transportasi angkutan perintis dari Bus Damri mulai mengeluhkan kondisi tersebut.
Salah satunya Ayu warga dari Desa Long Beluah yang biasa menggunakan jasa transportasi Damri untuk bepergian menuju Tanjung Selor atau sebaliknya.
Menurutnya, kehadiran trayek baru Damri yakni tujuan Tanjung Selor–Long Tungu menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat pedesaan yang hendak bepergian namun memiliki keterbatasan untuk biaya transportasi.
Sebab, tarif yang dipasang oleh Damri sangat terjangkau bagi masyarakat yakni hanya berkisar sekitar Rp50.00 untuk sekali jalan dengan tujuan Tanjung Selor–Long Tungu.
Ayu berharap agar penyetopan tidak berlangsung lama dan Damri segera dapat beroperasi kembali.
“Harapanya ya Damri bisa jalan kembali. Karena sejujurnya kalau untuk masyarakat kecil seperti kita ini tarifnya sangat terjangkau, uang Rp 100.000 sudah bisa buat pulang pergi,” ucapnya, Minggu (9/2).
Hal ini lantaran, sebagian masyarakat Desa Long Beluah maupun Long Tungu berprofesi sebagai petani dan pekebun.
Sehingga dengan adanya layanan perintis ini dapat membantu masyarakat yang hendak menjual hasil kebun ke Tanjung Selor.
“Biasanya penumpangnya itu mereka pergi ke Tanjung Selor karena ingin menjual hasil kebunnya ke Kota.
Tapi kalau saya untuk berangkat bekerja sih,” terangnya.
Sehingga untuk sementara saat ini harus beralih menggunakan kendaraan umum atau pribadi, sembari menunggu informasi selanjutnya untuk layanan operasional Damri. (*)
| Kejagung Tetapkan Hery Susanto Tersangka Dugaan Korupsi Suap Nikel, Jejak Kasus Ketua Ombudsman RI |
|
|---|
| Polemik Pengalihan Kepesertaan JKN dari Provinsi ke Kab/Kota, Wali Kota Samarinda Minta Ditunda |
|
|---|
| Surat Pemprov Kaltim yang Minta Kabupaten/Kota Ambil Alih Pembiayaan BPJS PBI Dianggap Terlambat |
|
|---|
| Pedagang di Kaltim Terhimpit Harga Plastik, Lonjakan Harga Bahan Kemasan Menekan Laba |
|
|---|
| Antrean SPBU di Wilayah Kaltim Masih Terkendali, Isu Kenaikan BBM Picu Panic Buying |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/BUS-DAMRI-TANJUNG-SELOR1.jpg)