Ramadhan 2025
Merawat Kemabruran Puasa 1 - Meneguhkan Visi Kehidupan
Spirit Ramadhan sedapat mungkin kemabruran amaliah yang telah kita lakukan di dalamnya tetap dipetahankan.
Oleh: Menteri Agama Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA
SPIRIT Ramadhan sedapat mungkin kemabruran amaliah yang telah kita lakukan di dalamnya tetap dipertahankan.
Kemambruran suatu ibadah sangat ditentukan oleh kemampuan seseorang mengelola kalbunya.
Jika seseorang mampu mengelola kalbunya dengan baik, tentu kemabruran ubudiyah di dalamnya tetap bertahan. Namun, jika seseorang gagal mengelola kalbunya maka akan lebih mudah kehilangan kemabruran ubudiyahnya.
Kemampuan seseorang untuk dapat merawat kalbu dan pikiran sangat menentukan kemabruran martabat tersebut.
Alquran mengingatkan kita, perlunya merawat indera batin kita, sebagaimana diingatkan dalam ayat: Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (Q.S. al-A’raf/7:179).
Langkah pertama yang harus dilakukan dalam merawat kemabruran ibadah termasuk puasa ialah ketegasan di dalam menentukan visi hidup.
Allah SWT menegaskan sebuah pertanyaan substansial kepada manusia di dalam sebuah ayat berdiri sendiri:
"Maka kalian mau kemana?" (Q.S. al-Takwir/81:26). Pertanyaan Tuhan ini, bukan menanyakan sebuah perjalanan pendek tetapi road map kehidupan kita.
Arah perjalanan hidup ini mau ke mana?
Tentu bukan hanya kehidupan duniawi kita yang berjangka pendek tetapi perjalanan panjang kehidupan ini sampai di hari akhirat tanpa batas.
Hidup ini tidak lain adalah sebuah perjalanan panjang sebagaimana di dalam firmannya: Tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka? (Q.S. Yusuf/12:109).
Dalam ayat lain Allah SWT menyerukan setiap orang untuk menjalani kehidupannya dengan memahami petunjuk (directions) yang Allah SWT sendiri berikan sebagai sarana di dalam menempuh perjalanan itu, sebagai aman disebutkan: Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (Q.S. Ali ‘Imran/3:137).
Pengetahuan amat diperlukan dalam menjalani visi kehidupan ini.
Pengetahuan dan directions itu sudah diletakkan Allah SWT di sekitar diri kita: Dan (juga) pada dirimu sendiri.
| Ramadhan 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Hitung Mundur Awal Puasa dan Lebaran |
|
|---|
| Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan dan Puasa Syawal, Bolehkah Digabung? Ketentuan Bayar Utang Puasa |
|
|---|
| Niat Puasa Qadha Ramadhan untuk Bayar Utang Puasa, Apakah Boleh Digabung dengan Puasa Syawal? |
|
|---|
| Menu Prasmanan Gratis, Bayar Pakai Doa: Straat Mantau Bikin Ramadhan 2025 Lebih Berkesan |
|
|---|
| Merawat Kemabruran Puasa 31 - Dari Meditasi ke Khalwat |
|
|---|