Berita Bontang Terkini
Seragam Gratis di Bontang akan Mulai Dibagikan 100 Kerja Neni Moerniaeni, Libatkan Penjahit Lokal
Pemerintah Kota Bontang akan menyalurkan seragam gratis bagi pelajar SD dan SMP mulai tahun ini
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang akan menyalurkan seragam gratis bagi pelajar SD dan SMP mulai tahun ini.
Program ini menjadi salah satu janji politik Walikota Bontang, Neni Moerniaeni dan Wakil Walikota Agus Haris yang akan dieksekusi dalam 100 hari kerja.
Neni kepada wartawan saat ditemui di Sekretariat DPRD Bontang mengungkap untuk mewujudkan program tersebut, Pemkot akan mengalokasikan anggaran melalui mekanisme pergeseran mendahului APBD Perubahan.
Dalam skema ini, kain seragam akan dibeli melalui tender.
Baca juga: Disdikpora Siapkan Rp9 Miliar untuk Program Seragam Gratis, Sekolah Swasta tak Berlaku
Neni menegaskan bahwa bahan baku seragam memang dibeli dari luar daerah, tetapi proses jahitannya tetap dikerjakan oleh penjahit lokal.
"Saya sudah bilang, walaupun masuk SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan), jangan dieksekusi dulu. Saya ingin menambahkan anggarannya. Misalnya, kalau totalnya Rp1 juta per siswa dan jumlah siswa 28.000 orang, maka totalnya sekitar Rp38 miliar," ujar Neni, Rabu (5/3/2025).
Ia menjelaskan bahwa proses pengadaan seragam harus dilakukan dengan cepat, mengingat kebutuhan seragam sekolah sudah mendesak.
"Seragam batik untuk pelajar sudah lebih dulu terealisasi. Sekarang, kita percepat pengadaan seragam lainnya melalui tender cepat," tambahnya.
Data Sirup LKPP
Berdasarkan data yang dilansir Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP, Pemkot Bontang telah mengalokasikan anggaran Rp7,4 miliar untuk pengadaan perlengkapan sekolah.
Rinciannya sebagai berikut, Rp2,2 miliar untuk 6.126 paket seragam SD, kemudia. Rp2,2 miliar untuk 5.840 paket seragam SMP
Lalu Rp736 juta untuk tas dan sepatu PAUD/TK, Rp675 juta untuk 3.063 pasang sepatu olahraga, Rp644 juta untuk 2.920 pasang sepatu olahraga.
Rp500 juta untuk 3.063 tas sekolah TK/PAUD. Rp477 juta untuk 2.920 tas sekolah TK/PAUD.
Program ini tidak hanya ditujukan bagi siswa baru, tetapi untuk seluruh pelajar SD dan SMP di Bontang.
"Kita ingin semua siswa mendapatkan fasilitas ini, bukan hanya peserta didik baru. Karena itu, anggaran harus ditambah agar mencakup seluruh pelajar," tegas Neni.
Baca juga: Disdikbud Kutim Bagikan 15 Ribu Seragam Gratis bagi PAUD/TK
Ia juga memastikan pengadaan dilakukan secara e-katalog untuk menjaga transparansi dan efisiensi. Dengan mekanisme ini, proses belanja dilakukan secara digital dan diawasi secara ketat oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
"Kami ingin memastikan bahwa program ini berjalan dengan baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Bontang," pungkasnya. (*)
Operasi Pasar di Berbas Pantai Bontang, Beras Bulog 5 Kg Dijual Rp 60 Ribu Diserbu Warga |
![]() |
---|
Suasana RSUD Bontang Gempar, Perempuan Diduga Depresi Naik ke Atap Gedung |
![]() |
---|
Patroli Trantib Satimpo Bontang Temukan Pekerja Minum Miras hingga Pasangan Mesum |
![]() |
---|
Program Stimulan RT Kota Bontang Era Basri Rase Berakhir, Neni Ganti Nama Program dengan 'Pro RT' |
![]() |
---|
Pemkot Bontang Hentikan Stimulan RT, Ganti dengan Program Pro RT Mulai 2026 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.