Jumat, 24 April 2026

Ramadhan 2025

Ramadhan 2025 di Balikpapan, Penjualan Buah Belum Naik, Harga Masih Normal

Pasokan komoditi buah-buahan di Pasar Klandasan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur tersedia banyak.

Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS
PASAR BUAH BALIKPAPAN - Buah semangka dan melon banyak tersususun di samping toko pada Kamis (6/3/2025). Pedagang mengaku kondisi penjualan masih berjalan seperti hari-hari biasa. (TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pasokan komoditi buah-buahan di Pasar Klandasan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur tersedia banyak selama Ramadhan 2025

Buah-buah secara perdagangan tidak ada kenaikan signifikan sejak awal Ramadhan 2025 di Balikpapan

Para pedagang mengaku kondisi penjualan masih berjalan seperti hari-hari biasa tanpa lonjakan permintaan, Jumat (7/3/2025).  

Di beberapa lapak, berbagai jenis buah seperti semangka, melon, timun suri, jeruk, dan buah-buahan lainnya tampak masih tersedia dalam jumlah yang cukup banyak.

Baca juga: Area Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Kukar jadi Pusat Pasar Ramadhan 2025

Biasanya, buah-buahan ini banyak dibeli masyarakat sebagai pencuci mulut setelah berbuka puasa atau sebagai bahan utama dalam pembuatan es buah yang populer saat Ramadan.  

Namun, salah satu pedagang buah, Ahmad, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada peningkatan penjualan yang signifikan.  

"Normal-normal aja," ujar pedagang tersebut.

Harga Buah Tidak Naik

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa harga buah tidak mengalami kenaikan dan masih relatif sama seperti hari-hari biasa di luar Ramadan.

"Harganya sama sih kaya hari biasa, contohnya semangka yang kita potong-potong di depan itu harganya sama mulai dari 17 sampai 27 ribu tergantung timbangannya lagi" ungkapnya

Menurutnya, salah satu faktor yang mungkin memengaruhi kondisi ini adalah daya beli masyarakat yang masih rendah, yang salah satunya disebabkan oleh cuaca hujan.

"Cuaca juga sih, ini Balikpapan hujan terus jadi kaya kurang pembeli" tutupnya. (*)

 

 


 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved