Berita Kaltim Terkini
DPRD Kaltim Minta Kejelasan Rencana Refocusing Anggaran Rp2,5 Triliun
DPRD Kaltim menunggu pembahasan soal refocusing yang kini bakal menjadi alternatif Pemerintah Provinsi Kaltim pasca instruksi efisiensi anggaran
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA – DPRD Kaltim menunggu pembahasan soal refocusing yang kini bakal menjadi alternatif Pemerintah Provinsi Kaltim pasca instruksi efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Melalui penyesuaian dan peninjauan ulang untuk pengalihan alokasi anggaran dari kegiatan yang dianggap prioritas, tentunya dapat mengakomodir janji-janji politik kepala daerah terpilih.
Di Kaltim, sejumlah item di APBD 2025 bisa dipastikan bakal ditata ulang.
Pasalnya, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) kini sedang menyusun penyesuaian ini, dan akan dibahas bersama DPRD Kaltim.
DPRD melalui Badan Anggaran (Banggar) juga menunggu rincian bakal disesuaikan agar APBD tetap sinkron.
Baca juga: Polemik Pembangunan Fender Jembatan Mahakam, Sikap KSOP dan Pelindo Membuat DPRD Kaltim Geram
“Kami masih menunggu jadwal pembahasan bersama. Tentunya kan melalui kami juga untuk membahas refocusing ini, tidak langsung. APBD kan sudah disahkan,” ungkap Anggota Banggar DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu, Kamis (13/3/2025).
Bahar, sapaan akrabnya, juga sangat memahami Ketua TAPD yakni Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim mengetahui apa–apa saja yang menjadi item prioritas program gratispol maupun jospol.
Refocusing menjadi satu-satunya cara bisa mengakomodir dua kepentingan, perintah efisiensi dari pusat, serta memberi ruang gerak program unggulan kepala daerah terpilih agar bergerak.
“Pada dasarnya kami tak banyak menyoal. Kita tunggu suratnya dari Pemprov, harus duduk bersama, dan program ini harus berjalan dengan lurus,” tukas politisi PAN Kaltim ini.
Meski demikian, penyusunan anggaran tetap perlu dirumuskan bersama TAPD dan Banggar.
Karenanya, penjelasan dari mana dan apa saja yang di refocusing perlu dibahas bersama.
“Harus diurai Rp2,5 Triliun apa–apa dan di OPD mana saja kan. Saya pribadi tidak masalah tapi tetap perlu dijelaskan dulu apa saja yang disesuaikan. Kita setuju, karena kita PAN kan partai pendukung gubernur dan wakil gubernur,” kata Bahar.
Program unggulan Rudy–Seno, Gratispol dan Jospol juga perlu secepatnya dijalankan sebagai bukti bahwa komitmen dengan janji populisnya
Meski bisa terealisasi tahun ini, program-program ini juga tak bisa direalisasikan 100 persen pada tahun 2025.
“Pasti tidak bisa 100 persen karena masih tahap awal,” tandasnya.
| Daftar Diskon Listrik PLN Januari 2026, Hemat 50 Persen untuk Tambah Daya |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kalimantan Timur Rabu 7 Januari 2026: Hujan Ringan Dominasi Sejumlah Wilayah |
|
|---|
| Internet Gratis Pemprov Kaltim, 2026 Diskominfo Fokus di 5 Kabupaten, Ini Alasannya |
|
|---|
| Komisi IV DPRD Kaltim Nilai UMP 2026 Sudah Tepat, Hindari PHK dan Gejolak Usaha |
|
|---|
| Internet Gratis Pemprov Kaltim 2025 Capai 802 Desa, Realisasi 112 Persen Meski Terkendala Listrik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Ketua-Komisi-I-DPRD-Kaltim-Baharuddin-Demmu-00.jpg)