Selasa, 14 April 2026

Berita Bontang Terkini

Pria Kabur saat Razia Ramadhan di Bontang, Tinggalkan Pasangan di Kamar Hotel 

Seorang pria berhasil kabur saat petugas gabungan menggelar razia ketertiban Ramadhan di sejumlah hotel di Bontang

Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO/SATPOL PP BONTANG
RAZIA - Petugas Satpol PP bersama tim gabungan Polisi, TNI dan Kemenag Bontang melakukan razia hotel, di daerah Kelurahan Api-Api, Rabu (12/3/2025) malam. 4 pasangan bukan suami istri diamankan dan 1 perempuan yang ditinggal kabur pasangannya. (TRIBUNKALTIM.CO/HO Satpol PP) 

TRIBUNKALTIM.CO,BONTANG – Seorang pria berhasil kabur saat petugas gabungan menggelar razia ketertiban Ramadhan di sejumlah hotel di Bontang, Rabu (12/3/2025) malam. 

Ia lari meninggalkan pasangannya di dalam kamar hotel kelas melati di Kelurahan Api-Api, ketika tim gabungan dari Satpol PP, Polres Bontang, Kodim 0908, dan Kemenag membuka pintu.

Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Bontang Arianto mengatakan, razia gabungan ini adalah bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadan. 

Dalam razia tadi malam, ada 9 orang yang diamankan, 4 berpasangan bukan suami istri, dan 1 perempuan yang ditinggal kabur pasangannya.

Mereka diamankan dari beberapa hotel di Kelurahan Api-Api dan Loktuan.

Baca juga: Kalapas Kelas II Balikpapan Membenarkan Temuan 60 Gram yang Diduga Narkoba Dalam Razia

“Total ada sembilan orang yang kami amankan. Namun, satu orang kabur ditinggal pasangannya di kamar. Kami sudah dapat identitas yang kabur itu," ungkap 
Arianto saat dihubungi, Kamis (13/3/2025).

Yang lebih mengejutkan, dari sembilan orang tersebut, dua di antaranya masih di bawah umur. 

Fakta ini menambah bobot pelanggaran dan membuka kemungkinan adanya tindak pidana.

“Lain yang kabur. Ada juga masih dibawah umur laki-lakinya ternyata sudah dewasa. Kasus ini masuk ke ranah hukum dan diserahkan ke aparat penegak hukum (APH),” lanjutnya.

Seluruh pasangan yang terjaring razia langsung dibawa ke kantor Satpol PP untuk didata dan diberikan pembinaan. 

Pihak keluarga mereka juga dihadirkan sebagai bentuk sanksi moral agar memberikan efek jera.

Arianto menegaskan bahwa razia akan terus dilakukan selama Ramadhan untuk menekan praktik asusila dan memastikan aturan yang ditetapkan dalam surat edaran Walikota Bontang dipatuhi.

Baca juga: Jelang Bulan Ramadan 1446 H, Polres PPU Bersama TNI Gelar Razia Tempat Hiburan Malam 

“Pengelola hotel juga harus lebih ketat dalam menerima tamu. Jika ditemukan pelanggaran, kami tidak akan segan memberikan sanksi tegas,” pungkasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved