Kamis, 21 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Mitigasi Kebakaran di Samarinda, Disdamkar Bakal Gelar Inspeksi Kelistrikan 1.500 Rumah

Mitigasi kebakaran di Kota Samarinda, Disdamkar bakal inspeksi kelistrikan 1.500 rumah pada Mei-Juni 2025.

Tayang:
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Diah Anggraeni
TribunKaltim.co/Rita Lavenia
MITIGASI KEBAKARAN - Ilustrasi pemadaman kebakaran di Jalan Dokter Soetomo Samarinda pada Februari 2024. Mitigasi kebakaran di Kota Samarinda, Disdamkar bakal inspeksi kelistrikan 1.500 rumah pada Mei-Juni 2025.(TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Musibah kebakaran di Kota Samarinda pada Ramadan 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

Demikian yang disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra AH.

"Tentu kita sangat bersyukur. Tandanya kesadaran masyarakat untuk mencegah hal-hal pemicu kebakaran sudah semakin meningkat," ujar Hendra kepada TribunKaltim.co, Rabu (19/3/2025).

Meski demikian, Hendra menegaskan, masyarakat harus tetap waspada.

Baca juga: Disdamkar Samarinda Catat selama Tahun 2023 Terjadi 4 Kasus Kebakaran Pertamini 

Pasalnya, dari pendataan dan investigasi pihaknya, 50 persen kebakaran di ibu kota Provinsi Kalimantan Timur ini disebabkan oleh korsleting listrik.

"Kemudian faktor lain yang turut berkontribusi seperti penggunaan kompor, kendaraan, serta benda-benda kecil yang mudah terbakar," ungkap Hendra.

Sebagai langkah pencegahan, Pemkot Samarinda melalui Disdamkarnya telah mengintensifkan inspeksi rumah ke daerah rawan kebakaran.

Inspeksi terhadap 1.000 rumah yang telah dilakukan sejak 2023 telah terbukti efektif dalam menekan angka kebakaran

Mereka mendapat laporan bahwa kawasan yang telah diinspeksi mengalami penurunan musibah kebakaran secara signifikan.

Baca juga: Cuaca Panas Kering Akibat El Nino, Disdamkar Samarinda Imbau Warga Waspada Kebakaran

Oleh sebab itu, Disdamkar Samarinda pada tahun ini akan kembali melakukan inspeksi kelistrikan di 1.500 perumahan padat penduduk yang berada Kelurahan Karang Asam Ilir, Gang Raudah, Gang Tanjung, Kampung Baqa di Samarinda Seberang dan sejumlah wilayah lainnya.

"Kita jadwalkan berlangsung pada Mei dan Juni 2025 mendatang," bebernya.

Ia mengungkapkan bahwa dari hasil inspeksi sebelumnya, pihanya banyak menemukan masyarakat yang menggunakan beban listrik lebih dari dayanya.

Seperti colokan listrik bertumpuk, kabel yang tidak tertata dengan baik serta meteran listrik yang dimodifikasi dari daya 900 watt menjadi 1.300 watt.

"Harus disadari masyarakat bahwa hal itu menyebabkan potensi kebakaran sangat tinggi," tegasnya.

Selain itu, pihaknya kembali menganjurkan agar setiap rumah memiliki minimal satu alat pemadam api ringan (APAR) berkapasitas 3 kg untuk membantu memadamankan api kecil sebelum membesar.

"APAR memiliki masa kedaluwarsa antara 2 hingga 5 tahun, sehingga perlu dicek secara berkala. Kami mengimbau warga untuk memiliki APAR dan menggunakannya dengan benar jika diperlukan," pungkas Hendra AH.(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved