Berita Samarinda Terkini
Pemkot Samarinda Sidak Harga dan Stok Bahan Pokok Jelang Lebaran, Beras Aman 5 Bulan ke Depan
Pemerintah Kota Samarinda sidak harga dan stok bahan pokok jelang Lebaran, beras aman 5 bulan ke depan.
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar inspeksi mendadak (sidak) sekaligus monitoring harga bahan pokok serta barang penting (bapokting) menjelang Idulfitri 1446 H, Kamis (20/3/2025).
Sidak yang dipimpin langsung Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, ini menyasar pasar tradisional hingga pusat distribusi.
Dalam sidak yang dimulai dari Pasar Segiri di Jalan Pahlawan, kemudian ke Indogrosir di Jalan AW Syahranie, dan berakhir di Bulog Kantor Cabang (Kancab) Samarinda di Jalan Ir Sutami, Wakil Wali Kota memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terkendali.
“Alhamdulillah, setelah kita cek beberapa komoditas seperti cabai, bawang merah, ikan, gula, minyak, daging ayam, daging sapi, dan beras, semuanya masih dalam batas harga normal,” ujar Saefuddin.
Baca juga: Peringatan Nuzulul Quran Digelar di Kediaman Wakil Wali Kota Samarinda, Dihadiri Ribuan Warga
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dengan ketersediaan stok menjelang hari raya, terlebih stok beras di Bulog mencapai 7.750 ton.
“Yang artinya itu cukup hingga lima bulan ke depan. Insyaallah bahan pangan tetap aman,” tambahnya.
Dalam pemantauan di Indogrosir, tim menemukan sedikit perbedaan harga pada beberapa produk.
Setelah mendapat informasi dari tim sidak, pihak manajemen Indogrosir langsung menyesuaikan harga sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).
“Di Indogrosir, yang bisa kita intervensi hanya beberapa produk seperti Minyakita dan beras, dan sejauh ini harganya masih normal,” jelasnya.
Baca juga: Wawali Samarinda Saefuddin Zuhri akan Ikuti Retret di Magelang, Diwajibkan Ikut
Sementara itu, harga komoditas cabai di pasar terpantau bervariasi, tergantung jenisnya.
“Ada cabai rawit, cabai keriting, dan cabai pedas kecil. Harganya ada yang Rp95 ribu, Rp85 ribu, dan Rp90 ribu per kilogram. Memang ada kenaikan, tapi kita berharap bisa segera stabil,” kata Saefuddin.
Selain itu, orang nomor dua di Samarinda ini juga menyoroti keberadaan bawang merah impor asal India yang berukuran lebih besar namun memiliki rasa yang berbeda dibandingkan bawang lokal.
“Harganya memang lebih murah, tapi rasanya tidak seenak bawang nasional,” ujarnya.
Sebagai upaya tambahan dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, Pemkot Samarinda juga terus menggelar pasar murah hingga menjelang Lebaran.
Saefuddin berharap, masyarakat bisa menyambut Idulfitri dengan tenang, tanpa kekhawatiran akan lonjakan harga atau kelangkaan bahan pokok.
“Pasar murah akan terus kami lakukan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau,” tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250320_Wakil-Wali-Kota-Samarinda-Saefuddin-Zuhri-sidak-di-pasar.jpg)