Senin, 27 April 2026

Tribun Kaltim Hari Ini

Tol IKN Dibuka Selama Mudik Lebaran 2025, Kecepatan Kendaraan Maksimal 60 Km/Jam

Kabar gembira bagi para pemudik yang menggunakan moda transportasi darat dari Samarinda, Balikpapan tujuan Penajam Paser Utara.

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Nur Pratama
DOK TRIBUNKALTIM.CO
JEMBATAN PULAU BALANG - Pemandangan Jembatan Pulau Balang yang menghubungan antara Kota Balikpapan dan IKN di Penajam Paser Utara beberapa waktu lalu. Jembatan Pulau Balang rencananya akan dibuka untuk umum sebagai jalur arus mudik dan arus balik lebaran 2025 ini.(DOK TRIBUNKALTIM.CO) 

Kemudian wilayah Penaham Paser Utara, ruas jalan yang selama ini menjadi titik kepadatan, yakni Pasar Sepaku.  Meski kini, kepadatan sedikit berkurang adanya pengoperasian jalur bypass.

"Saat ini masih pemasangan rambu dan penerangan. Dalam Waktu dekat akan dioperasikan," tutur Hendro. Beralih ke utara Kaltim, ruas jalan Muara Wahau-Kelay juga menjadi perhatian BBPJN karena kondisi jalan yang mengalami kerusakan. 

Hendro mengatakan, pemerintah telah merencanakan penanganan jalan tersebut melalui skema program multi-years sepanjang 25 kilometer pada periode 2025-2027, termasuk pengaspalan untuk memperlancar arus kendaraan.   "Proyek pengaspalannya, Insya Allah akan dimulai tahun ini," tandas Hendro.

BBPJN Kaltim juga mengimbau para pemudik selalu berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas saat mudik Lebaran, terutama saat melintasi titik-titik rawan yang dijelaskannya.

 “Kami juga standby alat berat, juga bersama PUPR Kaltim melalui UPTD-nya ikut dalam pemantauan jalur titik rawan mengantisipasi hal tidak diinginkan,” pungkas Hendro.

Jalur Kutim-Berau

Sementara itu, jalur Kutai Timur - Berau dianggap menjadi jalur utama para pemudik arah timur Kaltim hingga Kaltara. Masyarakat, khususnya pemudik diimbau untuk hati-hati , karena jalur di kawasan ini rawan longsor.

Kabid Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi mengatakan, melalui pengamatan dan informasi publik, sekitar minggu lalu terdapat beberapa titik longsor yang membahayakan pengguna jalan.

Meskipun, jalur Kutim-Berau masuk dalam kewenangan nasional yang ada di Kementerian PU, melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional Kaltim.  

“Terkait kondisi jalur Kutim-Berau kami berkordinasi ke pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional melalui PPK yang menangani ruas Wahau-Kelay dan Kelay - Labanan,” jelasnya kepada TribunKaltim.co, belum lama ini.

Kemudian, di Kecamatan Kelay titik longsor telah ditangani. Memang, Junaidi mengatakan untuk jalan sudah tidak rusak, namun longsor menjadi salah satu kendala yang perlu diwaspadai. Titik longsor dapat membahayakan pengguna jalan, karena lalu lintas tertutup dan hampir setengah. Sedangkan ruas jalan Berau-Kutim hanya satu, dan jalan Kelay adalah akses satu-satunya.

“Terlebih menyambut Idul Fitri 1446 H dan arus mudik, hal itu perlu dikhawatirkan. Dari informasi pihak PPK Jalan Nasional Poros Kelay-Labanan titik longsor telah ditangani pada 18 Maret 2025 lalu,” jelasnya.

“Nantinya ruas jalan ini akan terus kami pantau dan berkordinasi dengan pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional ketika ada kondisi yang perlu penanganan segera,” tegasnya. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berpergian nantinya.  (uws/znl)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved