Tribun Kaltim Hari Ini
Tol IKN Dibuka Selama Mudik Lebaran 2025, Kecepatan Kendaraan Maksimal 60 Km/Jam
Kabar gembira bagi para pemudik yang menggunakan moda transportasi darat dari Samarinda, Balikpapan tujuan Penajam Paser Utara.
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Nur Pratama
Kemudian wilayah Penaham Paser Utara, ruas jalan yang selama ini menjadi titik kepadatan, yakni Pasar Sepaku. Meski kini, kepadatan sedikit berkurang adanya pengoperasian jalur bypass.
"Saat ini masih pemasangan rambu dan penerangan. Dalam Waktu dekat akan dioperasikan," tutur Hendro. Beralih ke utara Kaltim, ruas jalan Muara Wahau-Kelay juga menjadi perhatian BBPJN karena kondisi jalan yang mengalami kerusakan.
Hendro mengatakan, pemerintah telah merencanakan penanganan jalan tersebut melalui skema program multi-years sepanjang 25 kilometer pada periode 2025-2027, termasuk pengaspalan untuk memperlancar arus kendaraan. "Proyek pengaspalannya, Insya Allah akan dimulai tahun ini," tandas Hendro.
BBPJN Kaltim juga mengimbau para pemudik selalu berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas saat mudik Lebaran, terutama saat melintasi titik-titik rawan yang dijelaskannya.
“Kami juga standby alat berat, juga bersama PUPR Kaltim melalui UPTD-nya ikut dalam pemantauan jalur titik rawan mengantisipasi hal tidak diinginkan,” pungkas Hendro.
Jalur Kutim-Berau
Sementara itu, jalur Kutai Timur - Berau dianggap menjadi jalur utama para pemudik arah timur Kaltim hingga Kaltara. Masyarakat, khususnya pemudik diimbau untuk hati-hati , karena jalur di kawasan ini rawan longsor.
Kabid Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi mengatakan, melalui pengamatan dan informasi publik, sekitar minggu lalu terdapat beberapa titik longsor yang membahayakan pengguna jalan.
Meskipun, jalur Kutim-Berau masuk dalam kewenangan nasional yang ada di Kementerian PU, melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional Kaltim.
“Terkait kondisi jalur Kutim-Berau kami berkordinasi ke pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional melalui PPK yang menangani ruas Wahau-Kelay dan Kelay - Labanan,” jelasnya kepada TribunKaltim.co, belum lama ini.
Kemudian, di Kecamatan Kelay titik longsor telah ditangani. Memang, Junaidi mengatakan untuk jalan sudah tidak rusak, namun longsor menjadi salah satu kendala yang perlu diwaspadai. Titik longsor dapat membahayakan pengguna jalan, karena lalu lintas tertutup dan hampir setengah. Sedangkan ruas jalan Berau-Kutim hanya satu, dan jalan Kelay adalah akses satu-satunya.
“Terlebih menyambut Idul Fitri 1446 H dan arus mudik, hal itu perlu dikhawatirkan. Dari informasi pihak PPK Jalan Nasional Poros Kelay-Labanan titik longsor telah ditangani pada 18 Maret 2025 lalu,” jelasnya.
“Nantinya ruas jalan ini akan terus kami pantau dan berkordinasi dengan pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional ketika ada kondisi yang perlu penanganan segera,” tegasnya. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berpergian nantinya. (uws/znl)
| Kejagung Tetapkan Hery Susanto Tersangka Dugaan Korupsi Suap Nikel, Jejak Kasus Ketua Ombudsman RI |
|
|---|
| Polemik Pengalihan Kepesertaan JKN dari Provinsi ke Kab/Kota, Wali Kota Samarinda Minta Ditunda |
|
|---|
| Surat Pemprov Kaltim yang Minta Kabupaten/Kota Ambil Alih Pembiayaan BPJS PBI Dianggap Terlambat |
|
|---|
| Pedagang di Kaltim Terhimpit Harga Plastik, Lonjakan Harga Bahan Kemasan Menekan Laba |
|
|---|
| Antrean SPBU di Wilayah Kaltim Masih Terkendali, Isu Kenaikan BBM Picu Panic Buying |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/JEMBATAN-PULAU-BALANG1.jpg)