Senin, 18 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Setelah Minyakita, Kini Viral Beras SPHP Kurang Takaran, Ini Penjelasan Bulog

Wadirut Bulog Marga Taufiq menyebut keberadaan beras merek SPHP 5 kg yang takarannya disunat merupakan barang palsu bukan produksi Bulog.

Tayang:
DOK TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
BERAS SPHP - Foto Ilustrasi para pekerja sedang menata dan mengangkut beras SPHP di Gudang Bulog, Balikpapan, Kalimantan Timur. Wakil Direktur Perum Bulog, Marga Taufiq merespons sebuah video viral soal beras merek Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) 5 kg yang isinya tak sesuai takaran, Kamis (27/3/2025). Bulog tegaskan beras tersebut bukan dari Bulog. (DOK/ TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO) 

"Informasinya sudah kita peroleh dan kita sedang mendalami itu," kata Samsu kepada wartawan di Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (20/3/2025).

Ia memastikan, pihak kepolisian terus mengikuti perkembangan mengenai bahan kebutuhan pokok, terutama dalam tahapan hari besar keagaman nasional (HBKN).  

Baca juga: Tak Sesuai Takaran, Minyakita Dilarang Beredar di Kalimantan Timur

Menurutnya, di waktu-waktu yang demikian, potensi terjadinya penyimpangan-penyimpangan produk pangan selalu terjadi.

"(HKBN) sehingga potensi terjadinya penyimpangan-penyimpangan, baik dalam takaran, ukuran, harga, ini selalu terjadi," ungkap Samsu.

Terkait dengan kecurangan takaran beras, Samsu belum menjelaskan lebih rinci terkait lokasi temuan, maupun proses penyelidikannya.

"Kami masih melakukan penyelidikan," katanya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Viral Takaran Beras SPHP 5 Kg Disunat, Wadirut Bulog Sebut Itu Palsu

Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved