Sabtu, 13 Juni 2026

Tribun Kaltim Hari Ini

Rudy Mas'ud Sidak 2 SPBU di Samarinda, Tanggapi Keluhan Masyarakat soal Kendaraan Rusak Usai Isi BBM

Rudy Mas'ud sidak 2 SPBU di Samarinda, tanggapi keluhan masyarakat soal kendaraan rusak usai isi BBM.

Tayang:
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Rita Noor Shobah
Grafis TribunKaltim.co
GUBERNUR SIDAK SPBU - Halaman 1 Koran Tribun Kaltim yang terbit hari ini, Minggu (6/4/2025). Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud langsung bereaksi mendengar keresahan masyarakat yang mengaku mesin kendarannya rusak setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU. Orang nomor 1 di Kaltim baru beberapa bulan dilantik ini turun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua SPBU yang ada di Kota Samarinda, Sabtu (5/4/2025). (Grafis TribunKaltim.co) 

TRIBUNKALTIM.CO - Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud langsung bereaksi mendengar keresahan masyarakat yang mengaku mesin kendarannya rusak setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU.

Orang nomor 1 di Kaltim yang baru beberapa bulan dilantik ini turun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua SPBU yang ada di Kota Samarinda, Sabtu (5/4/2025).

Sidak ini dilakukan di hari libur ini untuk menindaklanjuti banyaknya keluhan masyarakat Kaltim terkait kondisi kendaraan bermotor yang rusak sehabis mengisi BBM, terutama jenis Pertamax.

Ditemani Sekdaprov Sri Wahyuni dan sejumlah pejabat Pemprov Kaltim, Gubernur Rudy Mas'ud mengawali sidak di SPBU yang berada di Karang Asam, Kecamatan Sungai Kunjang, dan lanjut ke kawasan SPBU di Jalan PM Noor, Samarinda.

Baca juga: Gubernur Kaltim Rudy Masud dan Pertamina Sidak SPBU di Samarinda, Tegaskan Jaga Kualitas BBM

Kegiatan sidak ini terkesan terbatas, karena hanya beberapa media yang bisa mengikutinya.

Kendati demikian, Rudy Mas'ud menjelaskan, sidak yang dilakukan bersama jajarannya ini memeriksa tangki-tangki tandon Pertamax dan Pertalite di SPBU.

Pada sidak ini, pengambilan sampel Pertamax dilakukan dengan tes pada tangki timbun.

"Tangki timbun kita melaksanakan cek apakah ada terkontaminasi dengan benda-benda yang lainnya ataupun air," ujarnya.

Saat dilakukan pengecekan, tangki tersebut clear and clean atau bebas dari benda-benda lainnya.

"Selain itu, pengecekan lainnya kita lakukan mengambil sampel dengan menggunakan glasluga," katanya.

Rudy juga menyebutkan bahwa semua proses pengiriman BBM mulai dari tangki sampai masuk ke dalam SPBU masih sesuai standar.

"Kalau saat ini yang dikeluhkan masyarakat kita berkaitan dengan banyaknya kendaraan yang rusak. Saya belum mendapatkan secara keseluruhan berapa jumlah kendaraan yang mogok," tutur politisi Partai Golkar ini.

Untuk menghindari kerusakan, setiap kendaraan harus rutin dilakukan servis berkala.

"Itu ganti olinya maupun ganti filternya. Kan filter ada masa pakainya. Selain itu bisa juga dikarenakan faktor lainnya seperti banjir karena bercampurnya bahan bakar dengan air sehingga memengaruhi kesehatan mesin," jelasnya.

"Dari hasil sidak kita hari ini, tidak ditemukan adanya BBM yang tidak sesuai ketentuan," tanda Gubernur.

SIDAK SPBU - Gubenur Kaltim, Rudy Mas'ud saat melakukan sidak ke SPBU kawasan PM Noor Samarinda untuk memastikan BBM yang disalurkan kepada masyarakat sudah sesuai spesifikasi, Sabtu (5/4/2025) kemarin. Pemerintah harus melakukan pemantauan terhadap truk tanki yang menyuplai atau mengirim BBM ke stasiun pengisian. (TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA)
SIDAK SPBU - Gubenur Kaltim, Rudy Mas'ud saat melakukan sidak ke SPBU kawasan PM Noor Samarinda untuk memastikan BBM yang disalurkan kepada masyarakat sudah sesuai spesifikasi, Sabtu (5/4/2025) kemarin. Pemerintah harus melakukan pemantauan terhadap truk tanki yang menyuplai atau mengirim BBM ke stasiun pengisian. (TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA) (TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA)

Belum Ada Laporan

PT Pertamina Patraniaga selaku pendistribusi BBM telah membuka nomor pengaduan masyarakat melalui Hotline 135.

Bagi masyarakat yang merasa mengalami kendala atau permasalahan kendaraan akibat penggunaan BBM usai mengisi di SPBU diperselikan melapor. 

Namun, hingga Sabtu (5/4) kemarin, belum ada laporan dari masyarakat melalui Hotline 135.

Pertamina minta masyarakat untuk laporkan gangguan BBM lewat kanal resmi yang telah disediakan.

Masifnya laporan di media sosial mengenai sejumlah kendaraan yang mengalami gangguan usai mengisi BBM jenis Pertamax di beberapa SPBU di Balikpapan dan Samarinda, PT Pertamina Patra Niaga Region Kalimantan menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas BBM serta meningkatkan transparansi pelayanan kepada masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Region Kalimantan, Edi Mangun mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi yang masuk melalui saluran yang disediakan.

“Kalau ada laporan masuk itu by sistem dan kami monitor lewat email. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi yang masuk melalui Hotline 135 terkait gangguan BBM. Tapi kami tetap akan memantau terus,” ujarnya, Sabtu (05/04).

Edi juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang cenderung menyampaikan keluhan melalui media sosial, dibandingkan menggunakan kanal resmi. 

“Banyak masyarakat lebih curhat ke medsos, padahal kami sudah sediakan saluran informasi resmi melalui Hotline 135. Kami harap masyarakat bisa memanfaatkan jalur ini agar penanganan bisa lebih cepat dan terarah,” imbuhnya.

Menindaklanjuti laporan-laporan yang beredar di media sosial, Pertamina telah menurunkan tim sejak Kamis (27/3/2025) untuk melakukan investigasi menyeluruh.

Adapun pemeriksaan dilakukan mulai dari titik suplai di depot hingga tangki penyimpanan di SPBU. Ini termasuk pengecekan potensi kontaminasi BBM.

“Investigasi masih berlangsung di SPBU yang menjadi fokus utama. Kami juga memajang sampel BBM di tiap SPBU setiap ada pengiriman, agar masyarakat bisa melihat langsung kondisi bahan bakar,” jelas Edi.

Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa seluruh distribusi BBM tetap melalui proses quality control yang ketat.

Hasil investigasi akan diumumkan segera setelah proses selesai.

Melalui imbauan ini, Pertamina berharap masyarakat dapat lebih aktif memanfaatkan saluran resmi demi kenyamanan bersama. 

Silakan Melapor!

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan komitmen Pemprov Kaltim akan terus memantau dan melakukan pengecekan secara acak di berbagai SPBU.

Ia mengajak masyarakat aktif melaporkan jika menemui kendala terkait BBM yang diduga bermasalah.

Pernyataan tersebut disampaikan Rudy Mas’ud usai melakukan sidak ke 2 SPBU yang ada di Samarinda menindaklanjuti keresahan masyarakat yang mengaku kendaraannya rusak setelah mengisi BBM di SPBU.

Saat dilakukan pengecekan, tangki tersebut clear and clean atau bebas dari benda-benda lainnya. Rudy juga menyebutkan bahwa semua proses mulai dari tangki sampai isi BBM di dalam SPBU masih sesuai standarnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari kerusakan, setiap kendaraan harus rutin dilakukan servise berkala.

"Itu ganti olinya maupun ganti filternya. Kan filter ada masa pakainya. Selain itu bisa juga dikarenakan faktor lainnya seperti banjir karena bercampurnya bahan bakar dengan air sehingga memengaruhi kesehatan mesin," jelasnya.

"Tapi, dari hasil sidak kita hari ini, tidak ditemukan adanya BBM yang tidak sesuai ketentuan," pungkas gubernur yang juga merupakan salah satu pengusaha BBM tersebut.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Kalimantan, Edi Mangun, memastikan bahwa pihaknya menjalankan prosedur ketat dalam menjamin kualitas BBM yang disalurkan.

“BBM yang dikirim ke SPBU telah melalui serangkaian quality control di Terminal BBM. Selain itu, pengelola SPBU juga diwajibkan melakukan pemeriksaan rutin terhadap tangki timbun dan sistem distribusinya,” ujarnya.

Sebelumnya,  Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kaltimut, Hendri Eko menyatakan, pihak Pertamina telah melakukan pengecekan rutin terhadap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menjadi perhatian masyarakat.

Baca juga: Sidak 2 SPBU di Samarinda, Rudy Masud Pastikan Pertamax dan Pertalite yang Beredar Sesuai Ketentuan

"Kami tidak tinggal diam. Pertamina telah melaksanakan pengamanan sampel BBM mulai dari depot hingga tangki SPBU. Sampel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium kami, dan hingga saat ini hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada masalah dengan kualitas BBM yang kami distribusikan," jelasnya.

Meskipun demikian, Hendri mengakui bahwa masih terdapat hal-hal yang perlu diselidiki lebih lanjut terkait dugaan permasalahan BBM yang muncul di masyarakat.

Oleh karena itu, Pertamina berencana bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, guna memperoleh keterangan yang lebih mendalam terkait kualitas BBM.

"Kami masih terus melakukan investigasi dan belum mengetahui secara pasti apa yang terjadi. Karena itu, pengecekan akan terus kami lakukan. Kami juga terbuka untuk bekerja sama dengan pihak terkait, termasuk akademisi, agar bisa mendapatkan kajian yang lebih komprehensif mengenai kualitas BBM," tambahnya. 

Sebagai subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen untuk menyalurkan energi yang aman dan berkualitas kepada masyarakat.

Edi juga mengimbau masyarakat yang memiliki keluhan atau pertanyaan terkait BBM untuk menghubungi Pertamina Call Center (PCC) 135.(rta/edo)

Ikuti berita populer lainnya di Google NewsChannel WA, dan Telegram

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved