Berita Samarinda Terkini
Soroti Ojol Parkir Sembarangan, Dishub Samarinda Minta Manajemen Mal Sediakan Area Khusus
Soroti ojol parkir sembarangan, Dishub Samarinda minta manajemen mal sediakan area khusus.
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ketidaksiapan sejumlah pusat perbelanjaan di Samarinda, Kalimantan Timur, dalam mengakomodasi kebutuhan parkir pengemudi ojek online (ojol) menuai sorotan dari Dinas Perhubungan (Dishub).
Fenomena parkir sembarangan oleh ojol dinilai bukan semata pelanggaran, tapi lebih kepada belum adanya solusi tepat dari pihak pengelola ma.
Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan (LLJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Didi Zulyani, menegaskan bahwa persoalan ini sudah menjadi perhatian pihaknya.
Banyak pengemudi ojol yang akhirnya terpaksa memarkirkan kendaraan di seberang mal atau tepi jalan karena menghindari tarif parkir di dalam area mal.
"Parkiran di mal banyak yang tidak mengakomodasi ojol, akhirnya ojol parkir di seberang mal dan tepi jalan karena mereka menghindari membayar parkir,” jelas Didi, Minggu (13/4/2025).
Baca juga: Dishub Samarinda Kaji Pemasangan Rambu dan Warning Light di Simpang Pulau Banda-Samosir
Dishub sendiri, kata dia, kerap menindak kendaraan ojol yang parkir sembarangan di sekitar area pusat perbelanjaan.
Namun, para pengemudi ojol mengaku keberatan membayar tarif parkir progresif di dalam mall, terlebih saat mereka harus menunggu pesanan makanan dari pelanggan yang antreannya bisa memakan waktu lama.
“Mereka mengaku menghindari tarif parkir progresif di dalam mal. Karena saat mereka menunggu pesanan makanan dari customer dan menunggu antreannya terlalu lama dan lumayan tarifnya. Syukur-syukur diganti tarif parkirnya oleh pelanggannya, kalau tidak kan kasihan juga. Apalagi kalau nontunai agak susah diganti, kecuali cash,” ungkapnya.
Didi juga menceritakan pengalamannya secara pribadi saat menggunakan jasa ojol untuk memesan makanan.
“Karena saya pernah memesan makanan lewat aplikasi ojol menggunakan nontunai, tapi ternyata mereka minta ganti tarif parkir, karena agak sulit membayar via non tunai dan saya tidak ada di tempat, jadi harus membayar cash. Tapi saya transfer. Kadang-kadang kendalanya begitu," ujarnya.
Menurutnya, idealnya setiap mal harus menyediakan area parkir khusus untuk ojol, mengingat mereka turut berkontribusi terhadap perputaran ekonomi di dalam mall tersebut.
"Seyogianya harusnya disediakan,” tegas Didi.
Baca juga: Pemkot Temukan Indikasi Kerugian di Dishub Samarinda, Kemungkinan ada Pengembalian Kerugian Negara
Sebelumnya, Didi memastikan bahwa phaknya juga telah berupaya untuk mengatasi persoalan ini dengan pendekatan langsung ke pengelola mall dan petugas keamanan di lapangan.
"Kami sudah pernah mengingatkan security-nya di salah satu mal untuk menegur ojol agar tidak parkir sembarangan dan saya juga lobby ke jukir (juru parkir) binaan, kalau ojol jangan ditarik bayar parkir," katanya.
Didi mengapresiasi Mall Samarinda Square di Jalan M Yamin yang telah menyediakan area khusus bagi ojol.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250413_driver-ojol-menunggu-pesanan-di-depan-sebuah-mal-di-Samarinda.jpg)