Pilkada Kukar 2024

Jelang PSU Pilkada Kukar, Aulia Rahman Basri Ziarah ke Makam Bupati Legendaris Syaukani

PSU Kukar 2025, langkah Aulia Rahman Basri penuh haru memasuki area Pemakaman Keluarga di Kelurahan Sukarame, Tenggarong, Kukar

Penulis: Ary Nindita Intan R S | Editor: Budi Susilo
HO/Tim Aulia Rendi
ZIARAH JELANG PSU - Calon bupati (Cabup) Kukar Aulia Rahman Basri menaburkan bunga di makam Drs. H. Syaukani HR di Pemakaman Keluarga Kelurahan Sukarame, Tenggarong. (HO/TIM AULIA-RENDI) 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Di tengah padatnya agenda politik menjelang pemungutan suara ulang Pilkada Kutai Kartanegara PSU Kukar 2025, langkah Aulia Rahman Basri penuh haru memasuki area Pemakaman Keluarga di Kelurahan Sukarame, Tenggarong, Kukar, Kalimantan Timur pada Senin (14/4/2025).

Dengan mengenakan baju koko putih dan peci hitam, ia berjalan perlahan menuju pusara Syaukani Hasan Rais.

Ialah sosok yang telah menanamkan benih inspirasi dalam dirinya sejak masa kuliah.

Di hadapan nisan megah sang tokoh otonomi daerah, calon bupati (Cabup) Kukar nomor urut 01 itu menunduk khusyuk, sembari menaburkan bunga dari bakul anyaman yang ia genggam.

Baca juga: KPU Mulai Setting dan Packing Logistik PSU Pilkada Kukar 2024, Pendistribusian pada 16 April

Satu per satu kelopak warna-warni itu jatuh di atas pusara, disusul doa-doa lirih yang dipanjatkannya dengan tangan menengadah.

Wajahnya terlihat syahdu, menyimpan kekaguman dan rasa hormat mendalam.

"Pak Kaning adalah alasan saya kuliah ke Makassar. Saya ingin menjadi orang yang cerdas dan berani seperti beliau. Pidato-pidatonya membangkitkan kesadaran kami, anak-anak Kutai, bahwa kita tidak kalah dari siapa pun di negeri ini," ujar Aulia usai ziarah, Senin (14/4/2025).

Syaukani HR, atau akrab disapa Pak Kaning, merupakan Bupati Kutai Kartanegara pertama pasca-pemekaran wilayah.

Baca juga: Debat PSU Pilkada Kukar 2024 jadi Panggung Halal Bihalal, 3 Paslon Tawarkan Kesejahteraan Masyarakat

Ia memimpin Kukar selama dua periode (1999–2006), dan dikenal luas sebagai arsitek pembangunan modern di daerah ini.

Keberaniannya membawa Kukar ke panggung nasional, termasuk saat menjabat sebagai Ketua Umum APKASI, menjadikan namanya melegenda dalam sejarah Kalimantan Timur.

Bagi Aulia, kunjungan ini bukan sekadar ziarah, tetapi sebuah perjalanan spiritual untuk mengingat arah dan tujuan.

Ia menyebut, Pak Kaning sebagai figur yang membentuk cara berpikir tentang kepemimpinan, jaringan sosial, dan pentingnya pengembangan sumber daya manusia daerah.

"Beliau selalu menekankan bahwa membangun daerah bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal membangun manusia-manusianya," pungkas Aulia.

(*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved