Pilkada Kukar 2024
Tidak Usung Kampanye Perkumpulan Massa, Paslon Dendi-Alif Efektifkan Tatap Muka di PSU Pilkada Kukar
Kadir menilai kampanye dialogis lebih efektif untuk mendulang suara dalam pemungutan suara ulang PSU Pilkada Kukar 2025
Penulis: Ary Nindita Intan R S | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Pasangan calon nomor urut 03 Dendi Suryadi dan Alif Turiadi mengoptimalkan kampanye dialogis atau pertemuan tatap muka dengan masyarakat di Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.
Juru Bicara (Jubir) Paslon 03, Kadir menilai kampanye dialogis lebih efektif untuk mendulang suara dalam pemungutan suara ulang pemilihan kepala daerah Kutai Kartanegara atau PSU Pilkada Kukar 2025.
"Kita tidak ada kampanye akbar yang mengumpulkan massa seperti Pilkada 2024 lalu, tapi lebih mengefektivitaskan pertemuan-pertemuan tatap muka ke masyarakat," ujarnya kepada TribunKaltim.co, Selasa (15/4/2025).
Dalam kampanye dialogis yang diusung, Kadir menyebut, paslon 03 lebih ingin menggali kebutuhan yang diinginkan masyakat Kukar.
Baca juga: KPU Mulai Setting dan Packing Logistik PSU Pilkada Kukar 2024, Pendistribusian pada 16 April
Sederet program andalan turut ditawarkan mulai dari pendidikan gratis, kesehatan gratis, bantuan badan usaha milik desa (Bumdes), hingga pemerataan pembangunan infrastruktur di Kukar.
"Karena kita ingin memastikan delapan program unggulan paslon Dendi-Alif bisa diimplementasikan, tentunya menyasar dengan tepat sasaran," tutur Kadir.
Ia turut mengingatkan, paslon Dendi-Alif memiliki rekam jejak dan karya nyata untuk membangun Kukar yang lebih sejahtera.
Melalui visi misi Gerbang Nusantara, paslon nomor urut 03 turut mendapat dukungan dari partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus antara lain:
- Partai Golkar;
- Partai Gerindra;
- Partai Nasdem;
- Partai Perindo;
- PKB;
- PKS;
- PPP;
- PBB;
- PSI;
- Partai Hanura;
- Partai Prima.
Dukungan partai ini mengoptimalkan potensi program-program unggulan dapat diimplementasikan di Kukar, Kalimantan Timur.
"Kita pastikan Dendi-Alif dapat memberikan yang terbaik bagi Kukar, masyarakat juga harus cerdas dalam memilih pemimpin," ujarnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.