Sabtu, 25 April 2026

Berita Kukar Terkini

ASN Perempuan Kukar Diminta Pakai Kebaya Bernuansa Kartini pada 21 April 2025

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengeluarkan surat edaran yang meminta seluruh ASN

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
HO/Pemkab Kukar
HARI KARTINI 2025 - Flayer Surat Edaran yang ditandatangani langsung oleh Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono. Seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, serta BUMN dan BUMD juga diminta untuk melakukan dokumentasi foto bersama menggunakan kebaya di lingkungan kerja masing-masing. (HO/Pemkab Kukar) 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengeluarkan surat edaran yang meminta seluruh ASN perempuan serta karyawati BUMN dan BUMD di lingkungan Kukar untuk mengenakan kebaya bernuansa Kartini pada Senin, 21 April 2025.

Hal ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-148.

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor P-4/KHPK2DISOSPOLKUM/400.2/04/2025, yang ditandatangani langsung oleh Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono. 

Pakaian kebaya yang dikenakan dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok Raden Ajeng Kartini, tokoh nasional yang memperjuangkan hak-hak dan martabat perempuan Indonesia.

Baca juga: Hari Kartini Apakah Libur? Status Tanggal 21 April 2025 sesuai Aturan SKB 3 Menteri dan Sejarahnya

“RA Kartini adalah tokoh yang mengangkat derajat perempuan Indonesia. Melalui gagasan-gagasannya, beliau telah meletakkan dasar penting bagi perjuangan emansipasi,” ujar Sunggono, Minggu (20/4/2025).

Menurut Sunggono, penggunaan kebaya dalam peringatan Hari Kartini tidak hanya sebatas simbolik. 

Pemkab Kukar ingin menghidupkan kembali nilai-nilai kebudayaan dan perjuangan perempuan dalam konteks kekinian, terutama di lingkungan birokrasi dan perusahaan milik negara yang memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah.

Ia menambahkan bahwa mengenakan kebaya nasional bukan sekadar gaya berpakaian tradisional, tetapi juga merupakan cara menegaskan identitas budaya serta komitmen terhadap nilai-nilai luhur bangsa. 

Di tengah laju modernisasi, busana tradisional seperti kebaya masih relevan untuk menunjukkan karakter dan martabat perempuan Indonesia. 

Baca juga: Inilah Tiga Film yang Angkat Kisah Perjuangan Kartini, Apa Bedanya? Simak Sinopsis Lengkapnya!

Pemkab Kukar ingin agar setiap langkah perempuan di lingkungan kerja tetap membawa nilai budaya. Kebaya tidak membatasi gerak.

"Justru menjadi ekspresi bahwa perempuan dapat tampil elegan sekaligus profesional,” jelasnya.

Penyemangat Peringatan Hari Kartini 

Seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, serta BUMN dan BUMD juga diminta untuk melakukan dokumentasi foto bersama menggunakan kebaya di lingkungan kerja masing-masing. 

Dokumentasi tersebut akan menjadi bagian dari kampanye budaya dan penyemangat peringatan Hari Kartini tahun ini.

Selain imbauan berpakaian, Pemkab Kukar juga menggelar berbagai kegiatan tematik untuk menyemarakkan Hari Kartini melalui DP3A Kukar.

Mulai dari seminar pemberdayaan perempuan, lomba busana daerah, hingga diskusi publik yang mengangkat isu-isu strategis terkait peran perempuan dalam pemerintahan dan pembangunan.

Baca juga: Kapan Hari Kartini 2025? Info Jadwal dan Kumpulan Ucapan Selamat yang Pas Dibagikan 21 April

“Kartini masa kini adalah mereka yang terus berkarya dan memimpin. Kita ingin semangat itu hadir tidak hanya dalam perayaan, tetapi dalam keseharian, dalam keputusan, dan dalam perubahan yang mereka buat,” tutup Sunggono. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved